ADVERTISEMENT

Gelar UTBK, UNJ Sediakan Ruang Isolasi untuk Peserta yang Miliki Gejala Corona

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 15:45 WIB
Ruang isolasi untuk peserta UTBK di UNJ. (Foto: Sachril/detikcom)
Ruang isolasi untuk peserta UTBK di UNJ. (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) hari ini. UNJ pun menyediakan ruang isolasi untuk peserta ujian yang memiliki gejala virus Corona (COVID-19).

detikcom melihat ruangan isolasi ini, Minggu (5/7/2020). Ruangan isolasi ini berada di Klinik Pratama UNJ, tepatnya di dekat gedung Pustikom, tempat pelaksanaan UTBK di UNJ.

Satu mobil ambulans disiagakan di depan klinik. Ketika disambangi, ada 2 tempat tidur yang disediakan di dalam sebuah ruangan. Jarak antara tempat tidur satu dan yang lainnya sekitar 3 meter.

"Ya, jadi kita perhatian juga. Kalau misalnya ada orang batuk, pilek, bersin, itu kita ambil (dibawa ke ruang isolasi). Atau suhunya 37,5 (derajat Celsius) ke atas. Setelah istirahat pemeriksaan 2 kali suhu, (bila) suhunya tetap, artinya peserta tidak boleh ikut ujian (UTBK)," kata Ketua COVID-19 UNJ, dr Ruliando Purba, di Klinik Pratama UNJ, Jalan R Mangun Muka Raya, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur (Jaktim), Minggu (5/7).

Ruang isolasi untuk peserta UTBK di UNJ. (Foto: Sachril/detikcom)Ruang isolasi untuk peserta UTBK di UNJ. (Sachril/detikcom)

"Jadi kita menyediakan 2 tempat tidur (di ruang isolasi). Lalu nanti memang setelah ada pasiennya atau orang terindikasi, kita hubungi orang tua untuk menjemput lalu menjelaskan bahwa anaknya ini masih mempunyai kesempatan untuk ujian di tahap kedua," lanjutnya.

Kepala Poliklinik Pratama UNJ itu menjelaskan ruang isolasi ini dibuat sebagai bentuk antisipasi agar tidak ada peserta yang tertular COVID-19. Nantinya, setelah dilakukan pemeriksaan, petugas akan merujuk peserta yang diduga terindikasi COVID-19 ke rumah sakit.

"Kalau memang nanti, kan saya periksa. Ada nggak gejalanya COVID? Gejala itu bisa saja dari pertanyaan. Ada nggak ketemu dengan penderita COVID sebelumnya? Atau penciumannya berkurang atau tidak? Gejala COVID itu akan ditanyakan kepada dia. Jadi kalau memang ada indikasi, kita begitu yakin bahwa itu gejala COVID, kita akan merujuk ke RS yang sudah kita tentukan," ungkapnya.

Dia mengatakan ruang isolasi ini tidak hanya disediakan saat UTBK saja. Namun, ruangan ini akan terus ada meski telah masuk perkuliahan.

"Kemudian hari kita lihat, karena kita ada namanya tatanan normal baru. Yang mana dari aktivitas perkuliahan juga kalau ada terindikasi (COVID-19), diperiksa di sini," tandas Ruliando.

Tonton video 'Peserta UTBK Bersuhu 37,5 Derajat Lebih Harus Tes PCR Mandiri':

(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT