Ketum FPI Ungkap Habib Rizieq Bikin Kajian Indikasi Kebangkitan PKI

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 15:30 WIB
PA 212
Foto: Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom
Jakarta -

Persaudaraan Alumni (PA) 212, GNPF Ulama, beserta sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) menggelar acara bertajuk 'Apel Siaga Ganyang Komunis'. Dalam apel tersebut, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis didapuk menjadi inspektur apel.

Sobri menyampaikan orasinya di hadapan massa. Dia mengungkap soal kajian Imam Besar FPI soal kebangkitan PKI.

"Upaya-upaya licik yang dilakukan kelompok anti-Tuhan pada lima tahun lalu, Imam Besar Al Habib Rizieq Shihab bersama teman-temannya membuat kajian indikasi kebangkitan komunis di Indonesia, mulai dari marak logo PKI, lalu penghapusan sejarah pada kurikulum sekolahan, lalu hilangnya film G30-S PKI yang menandakan bahaya, Indonesia sampai kudeta dua kali," kata Sobri di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2020).

"Upaya-upaya untuk mencabut Tap MPR 65 Tahun '66, lalu adanya upaya mendesak pemerintah Indonesia minta maaf kepada komunis, kepada PKI," imbuhnya.

Sobri menilai saat ini ada upaya unsur PKI menyusup dalam pemerintahan. Hingga akhirnya, ada wacana untuk mengubah dasar negara.

"Lalu saat ini muncul setelah mereka berhasil menyelusup ke institusi baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif, mulai mengutak-atik dasar negara kita," tutur Sobri.

Untuk itu, Sobri menyebut acara apel ini dimaksudkan untuk menyatukan tekat. Dia meminta RUU HIP segera dibatalkan dan dicabut dari Prolegnas serta inisiatornya bisa dihukum.

"Untuk itu, pada apel siaga ini kami mengajak untuk kita selalu bersiap diri. Beberapa waktu lalu kita datang ke DPR supaya RUU HIP dibatalkan dan dihentikan tidak dibahas kembali. Dan, kita menyampaikan agar para inisiator ditangkap dan ditegakkan hukum kalau ada lembaga baik itu orsospol, partai, maupun ormas yang ingin mengubah Pancasila, ingin menjadikan Pancasila yang sudah disepakati ingin jadi trisila dan ekasila yang mereka inginkan segera ditegakkan, hukum, bubarkan. Takbir!" ungkap Sobri.

Sebelumnya, muatan mengenai trisila dan ekasila dalam Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang merupakan usulan DPR menjadi polemik. Dalam draf RUU HIP, muatan soal trisila dan ekasila ada di Pasal 7.

Dilihat detikcom dalam draf RUU HIP, Senin (15/6), Pasal 7 menjelaskan mengenai ciri pokok Pancasila. Berikut bunyinya:

Pasal 7
(1) Ciri pokok Pancasila adalah keadilan dan kesejahteraan sosial dengan semangat kekeluargaan yang merupakan perpaduan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan/demokrasi politik dan ekonomi dalam satu kesatuan.
(2) Ciri Pokok Pancasila berupa trisila, yaitu: sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan.
(3) Trisila sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terkristalisasi dalam ekasila, yaitu gotong-royong.

Pemerintah Tolak Bahas RUU HIP

Menko Polhukam Mahfud Md berbicara tentang dua alasan pemerintah tak setuju pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) berlanjut saat ini. Alasan pertama adalah tak dicantumkannya Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966.

"Akhir-akhir ini terjadi perdebatan panas ketika muncul Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi. Pemerintah sendiri pada sikap tidak setuju dengan isi Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila itu dalam dua hal," ujar Mahfud saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi bersama tokoh masyarakat di Hotel Grand Aston, Medan, Kamis (2/7/2020).

"Satu, tidak setuju kalau tidak dicantumkan Tap MPRS Nomor 25 Tahun 66. Pemerintah tidak setuju. Tap MPRS Nomor 25 Tahun 66 suatu ketetapan yang mengatakan bahwa Partai Komunis Indonesia itu dilarang dan dibubarkan. Kita tidak setuju kalau itu tidak dimasukkan, karena itu yang menjadi penolakan masyarakat," sambungnya.

Dia mengatakan hal tersebut merupakan sikap pemerintah. Alasan kedua adalah soal isi RUU yang disebutnya memeras Pancasila menjadi trisila dan ekasila.

"Kita katakan pemerintah akan sampaikan sikap itu. Yang kedua, kita tidak setuju juga kalau Pancasila itu diperas menjadi trisila, trisila diperas lagi menjadi ekasila," ujarnya.

Catatan redaksi

Judul mengalami perubahan dari 'Ketum FPI di Apel Ganyang Komunis: Habib Rizieq Bikin Kajian Kebangkitan PKI' menjadi 'Ketum FPI Ungkap Habib Rizieq Bikin Kajian Indikasi Kebangkitan PKI' untuk menyesuaikan konteks.

Tonton video 'Bendera Partainya Dibakar, PDIP Tempuh Jalur Hukum':

(dhn/dhn)