Mulai 6 Juli, Satpol PP Cek Larangan Kantong Plastik di Pasar Kebayoran Lama

Kadek Melda - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 17:20 WIB
Di hari kedua larangan kantong plastik, masih banyak ditemui sejumlah pedagang di pasar tradisional yang menggunakan kantong tersebut.
Ilustrasi penggunaan kantong plastik untuk barang belanjaan. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Satpol PP akan dikerahkan untuk memantau penerapan aturan larangan kantong plastik di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta. Satpol PP juga memantau pelaksanaan protokol kesehatan di lokasi.

"Nantinya, kalau ASN sama Satpol PP juga mulai resmi masuk Pasar Jaya tanggal 6 Juli (2020) untuk memantau protokol kesehatannya, juga untuk memantau yang kantong plastik ramah lingkungan selama dua minggu masa PSBB yang diperpanjang, nanti akan ditempatkan Satpol PP dan TNI-Polri, yang bertugas setiap hari di pasar," ujar Manajer Area 11 Pasar Kebayoran Lama Cezavia Nelsa saat dihubungi, Sabtu (4/7/2020).

Berdasarkan pantauan hingga hari ini, para pedagang di Pasar Kebayoran Lama masih menggunakan kantong plastik untuk belanjaan pembeli. Pihak pengelola akan memberikan teguran tertulis hingga penyegelan kios.



"Untuk ke depannya, akan ada sanksi. Kalau sanksi denda, kami tidak melakukan sanksi denda. Kami hanya memberikan surat peringatan, surat teguran, terus sampai penyegelan kios. Kan sekarang tegurannya masih lewat mulut. Nanti akan ada teguran melalui surat. (Kalau) nanti masih nggak diindahkan juga, surat peringatan 1, 2, 3 sampai nanti proses penutupan (kios). Seperti itu," kata Ceza.

Tonton juga 'Plastik Dilarang, Pemprov DKI Imbau Daging Kurban Dibungkus Besek':

[Gambas:Video 20detik]

Ceza menuturkan saat ini masih proses sosialisasi. Para pedagang hanya diimbau dan diingatkan secara lisan. Menurutnya, sanksi teguran hingga sanksi tegas dengan menutup kios akan dilakukan secara bertahap seiring stok plastik pedagang di pasar tersebut yang terus berkurang.

"Sementara ini masih imbauan lewat mulut kita dulu, imbauan lisan dulu. Nanti, setelah itu, baru kami lakukan (sanksi) bertahap karena masih ada stok kantong (pedagang) yang buat kami agak susah. Dan harga plastik itu kan yang ramah lingkungan cenderung lebih mahal. Keluhan pedagang seperti itu," tuturnya.

(dkp/dkp)