Jurus Pemkot Bogor Tangani COVID-19, dari Detektif hingga TikTok

Angga Laraspati - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 13:38 WIB
Pemkot Bogor
Foto: Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan Pemkot Bogor sudah melakukan tiga langkah besar dalam penanggulangan COVID-19, seperti mitigasi infeksi, test swab masif dan kampanye protokol kesehatan.

Hal ini ia sampaikan saat melakukan pertemuan dengan Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.

"Penguatan mitigasi infeksi dilakukan untuk memastikan adanya sistem yang berjalan untuk melacak dan memantau kasus COVID-19 di Kota Bogor. Kami membangun satu sistem yang kita sebut dengan Deteksi Aktif (Detektif) COVID-19 yang terdiri dari unit lacak dan unit pantau," ujar Bima dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2020).

Kedua, lanjut Bima, langkah yang difokuskan adalah tes massal dengan memperbanyak swab test di tempat umum, utamanya di stasiun dan pasar yang kita duga menjadi pusat penularan atau penyebaran COVID-19. Kota Bogor baru-baru juga telah melakukan sekitar 4.000 swab test dan ditargetkan dalam dua atau tiga bulan ke depan paling tidak bisa 7.000-8.000 swab di Kota Bogor.

"Yang ketiga adalah penguatan protokol kesehatan. Saya sampaikan kepada Pak Doni Monardo hari ini pendekatan yang kita lakukan harus lebih masif lagi tetapi humanis untuk memastikan warga mengikuti tiga hal yang paling mendasar untuk selamat dari COVID-19 ini, yaitu menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan," jelasnya.

Pemkot Bogor juga meluncurkan #GoyangAKB, ini adalah satu senam sehat dan sangat sederhana mengingatkan warga untuk menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak dalam bentuk jingle yang bisa dipopulerkan di sosial media bahkan juga dapat melalui aplikasi TikTok.

"Saya melakukan itu bersama pak wakil wali kota diteruskan juga ke dinas-dinas, camat, lurah, perawat dan bahkan disambut oleh anak-anak ibu-ibu dan lain-lain. Ini adalah ikhtiar kami bagaimana caranya masker, cuci tangan dan jaga jarak itu nempel ke benak publik secara sangat sederhana," imbuh Bima.

Di sisi lain, saat pertemuan tersebut Bima Arya menyampaikan sejumlah ikhtiar yang dilakukan Pemkot Bogor dalam penanganan COVID-19. Sementara Doni Monardo berbagai pengalaman dan memberikan masukan kepada Bima Arya terkait penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Ikhtiar kita yang paling utama hari ini adalah memastikan agar secara medis, secara kesehatan tidak semakin banyak atau tidak ada lagi warga yang terpapar Covid. Lalu secara ekonomi kami juga berikhtiar agar warga tidak terdampak," tutur Bima.

Doni Monardo, kata Bima, juga mengingatkan Kota Bogor punya potensi yang luar biasa terkait dengan wisata alam. Ide tersebut pun disambut dengan baik dana akan coba diaplikasikan di Kota Bogor seperti wisata alam di Kota Bogor, kampung tematik, Ciliwung, yang bisa memaksimalkan karena warga sangat senang sekarang berolahraga kegiatan-kegiatan outdoor dan ini bisa kita lihat sebagai peluang di balik krisis yang dihadapi.

"Wisata alam ini bisa kita kembangkan, jalur gowes, jalur lari, jalur jalan sehat, sembari merekrut dari orang-orang yang terpapar secara ekonomi. Jadi kita seimbangkan antara kebutuhan kesehatan maupun juga dengan kebutuhan ekonomi," ungkap Bima.

"Ini yang disarankan oleh Pak Doni di Kota Bogor dan saya akan tindak lanjuti itu karena kita melihat bahwa potensi ini nyata. Ke depan kita akan terus evaluasi pelaksanaan Pra-AKB ini untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik," tambahnya.

Di akhir pertemuan tersebut, tak lupa Bima Arya juga memberikan cinderamata berupa buku berjudul 'Positif!' yang ditulis langsung oleh Bima Arya. Buku tersebut berisi kisah pengalaman dan renungan yang ditulis langsung oleh Bima Arya selama diisolasi di RSUD Kota Bogor.

(mul/ega)