Pakar Nilai Kemenkes Tidak Berfungsi dalam Penanggulangan Corona

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 12:14 WIB
Menkes Terawan terus memantau kondisi 2 WNI yang positif virus corona. Kondisi kedua orang itu pun dilaporkan cukup baik.
Menteri Kesehatan dr Terawan (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pakar epidemiologi Pandu Riono mempunyai catatan tersendiri mengenai kinerja Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selama masa pandemi Corona (COVID-19). Ia menilai Kemenkes tidak berfungsi dalam menanggulangi penyebaran Corona.

"Yang membuat negeri ini agak kacau itu Kemenkes tidak berfungsi sampai sekarang, sehingga (penanganan Corona) harus ditanggulangi BNPB, padahal ini masalah kesehatan. Sampai sekarang public health-nya agak kacau," ujar Pandu dalam diskusi 'Jelang Usai PSBB Transisi', Sabtu (4/7/2020).

Pandu mencontohkan, ketidaksiapan Kemenkes itu berawal dari telatnya menerbitkan peraturan pemerintah (PP) soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang semua administrasi persetujuan PSBB di daerah berada di bawah keputusan Kemenkes.

"Dibuat PP dalam waktu dua hari, PP-nya itu PP PSBB. Sesungguhnya publik kita mulai dimasuki kata 'PSBB'. Yang menjadi keanehan adalah itu harus ada persyaratan administrasi yang ditentukan Kemenkes. Kemenkes itu nggak ngerti juga, problem besar juga," imbuh Pandu.

Menkes Terawan Agus PutrantoMenkes Terawan Agus Putranto (Andhika Prasetia/detikcom)

Tonton juga 'Kejengkelan Jokowi hingga Ancam Reshuffle Menteri Kurang Sense of Crisis':

[Gambas:Video 20detik]

Pandu juga mengomentari sikap Presiden marah-marah dan menyuruh para menterinya bekerja extraordinary. Menurutnya, seharusnya arahan tersebut sudah diwanti-wanti oleh Presiden kepada jajaran kabinetnya sejak awal mula virus Corona sudah terdeteksi di Indonesia.

"Jadi dari awal sudah menyatakan, sudah mengusulkan kegiatan penanggulangan ini dipimpin langsung Presiden, dan yang memerintahkan semua kementeriannya harus bekerja extraordinary, yang beliau minta, dari awal ya, bukan sekarang, jadi kita berpanjang-pajang, sehingga sampai sekarang kita tidak efektif mengendalikan pandemi ini," tuturnya.

(isa/jbr)