Round-Up

Buntut Panjang Neko-neko Urusan CSR oleh Anggota DPR

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 09:03 WIB
gedung MPR/DPR RI di Jalan Gatot
Soebroto, Senayan, Jakarta.
Foto: Ilustrasi Gedung DPR (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Permintaan anggota DPR RI untuk dilibatkan dalam tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility-CSR) berbuntut panjang. Permintaan itu terjadi saat rapat antara Komisi VII dengan BUMN bidang tambang.

Rapat itu berlangsung pada Selasa (30/6). Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin.

Setelah sempat diskors, Alex mempersilahkan Direktur Utama Holding Tambang (MIND ID) atau PT Inalum (Persero) Orias Petrus Moedak melanjutkan pemaparan dengan menjawab pertanyaan anggota hingga akhirnya sampai penjelasan CSR.

Tonton juga 'Pimpinan DPR Akan Panggil Komisi VII, Buntut Pelibatan CSR':

[Gambas:Video 20detik]

Orias lalu meminta para petinggi perusahaan tambang di bawah holding memberikan paparan. Alex memberi interupsi.

"Saya interupsi sebentar, sumbangan yang terakhir itu dari yang membangun PLTU Sumsel VIII, bapak tahu yang membantu perizinan PLTU Sumsel VIII siapa?" tanya Alex.

"Waktu namanya Pak Alex Noerdin kalau nggak salah," canda Direktur Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk Arviyan Arifin.

Setelah itu, Alex meminta agar komisi ikut dilibatkan dalam penyerahan CSR tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3