KY Akan Pantau Langsung Sidang Vonis Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 17:28 WIB
Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus Sambang KPK
Jaja Ahmad Jayus (Ibnu/detikcom)
Jakarta -

Komisi Yudisial (KY) bakal memantau langsung sidang putusan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Pemantauan itu dilakukan karena ada permintaan dari publik.

"Kalau yang meminta pemantauan, ada. Setiap kasus yang isu publik, KY selalu pantau," kata Ketua KY Jaja Ahmad Jayus di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2020).

Ahmad Jayus mengaku juga sempat memantau beberapa persidangan kasus Novel tersebut. Pemantauan itu dilakukan melalui live streaming dan pemberitaan di media.

"Ya karena ada beberapa sidang siarkan secara virtual media elektronik, selain dipantau langsung, kita pantau melalui media elektronik," sebutnya.

Ia mengatakan majelis hakim tidak bisa diintervensi oleh pihak mana pun dalam menjatuhkan putusan. Untuk itu, ia berharap majelis hakim menjatuhkan putusan berdasarkan fakta-fakta sidang.

"KY tentunya mempersilakan kepada para hakim memutus sesuai dengan fakta hukum di persidangan. Siapa pun tidak boleh intervensi, Komisi Yudisial atau siapa pun tidak boleh intervensi hakim harus begini, harus begitu. Hakim harus memutus berdasarkan fakta hukum di persidangan," tuturnya.

Seperti diketahui, persidangan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan hampir menuju babak akhir. Dua terdakwa penyerangan Novel, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, bakal menjalani sidang pembacaan putusan pada Kamis, 16 Juli 2020.

Rahmat Kadir dan Ronny Bugis dituntut 1 tahun penjara. Jaksa menilai Rahmat dan Ronny terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap Novel dengan menyiramkan air keras.

Tuntutan terhadap kedua terdakwa dibacakan secara terpisah di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Jaksa meyakini Rahmat dan Ronny bersalah melanggar Pasal 353 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(ibh/maa)