Tempat Wisata-Bioskop di Depok Boleh Buka dengan Kapasitas Maksimal 30%

Jehan Nurhakim - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 16:16 WIB
Kendaraan bermotor meilntasi jalan Margonda Raya ditengah pemberlakuan PSBB di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020). Grandyos Zafna/detikcom
Jalan Raya Margonda Depok (Grandyos Zafna/detikcom)
Depok -

Pelaku usaha di Kota Depok mulai mendapatkan angin segar di tengah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional tahap II ini. Sejumlah pelaku usaha seperti tempat wisata hingga bioskop diizinkan beroperasi kembali dengan kapasitas pengunjung dibatasi maksimal 30 persen.

"Berkenaan dengan PSBB proporsional tahap II, beberapa tambahan aktivitas kegiatan sosial-ekonomi yang diperbolehkan di antaranya: posyandu, wisata alam, bioskop dengan kapasitas maksimal 30 persen," ujar Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (3/7/2020).

Selain itu, salon hingga kegiatan seminar atau workshop juga boleh beroperasi kembali.

"Salon/barber shop, seminar/workshop/bimtek/diklat dengan kapasitas maksimal 30 orang," imbuhnya.

Kegiatan-kegiatan keagamaan juga diperbolehkan kembali dilakukan dengan jumlah massa menyesuaikan 50 persen dari kapasitas ruangan yang digunakan. Kegiatan ujian masuk perguruan tinggi juga diperbolehkan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

"Pertemuan keagamaan dengan peserta maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan, ujian masuk perguruan tinggi, ojek online membawa penumpang, dan lain-lain. Seluruh aktivitas tersebut dilaksanakan dengan pengaturan dan protokol kesehatan yang telah ditentukan," lanjutnya.



Lebih lanjut Idris mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan agar berkoordinasi aktif dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 sebelum memulai kembali aktivitasnya. Pemkot Depok akan memberikan sanksi apabila, dalam pelaksanaannya, kegiatan-kegiatan tersebut tidak memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Kegiatan baru dapat dimulai jika seluruh protokol, sarana, dan prasarana sudah terpenuhi. Jika dalam pelaksanaannya terdapat ketidaksesuaian dengan protokol, akan dilakukan penindakan berupa sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tuturnya.

Hingga Kamis (2/7), terdapat empat penambahan kasus baru yang terkonfirmasi positif di Kota Depok. Penambahan tersebut berasal dari tindak lanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan swab dan PCR di laboratorium RS UI sebanyak 3 kasus dan 1 kasus merupakan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Adapun kasus konfirmasi yang sembuh per 2 Juli 2020 bertambah 7 orang menjadi 544 orang atau 69,92 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada di Kota Depok. Selanjutnya OTG yang selesai pemantauan bertambah 38 orang dan ODP 23 orang, sedangkan untuk PDP yang selesai pengawasan bertambah 1 orang. Sementara itu, jumlah PDP yang meninggal per 2 Juli 2020 sebanyak 116 orang, tidak terdapat penambahan dibanding hari sebelumnya.

(mea/mea)