Korban SUTET Aksi Jahit Mulut

Korban SUTET Aksi Jahit Mulut

- detikNews
Rabu, 28 Des 2005 15:25 WIB
Jakarta - Aksi mogok makan sepertinya tidak cukup. Dua perwakilan korban Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) pun menjahit mulutnya sampai tuntutan ganti rugi dipenuhi. Awww sakit!Aksi menjahit mulut ini dilakukan mulai pukul 05.00 WIB, Rabu (28/12/2005) di Posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI). Dua peserta mogok makan itu dijahit mulutnya di sebelah ujung kanan dan kiri.Peserta aksi mogok makan itu adalah M Safrudin (42) warga Kampung Ciseeng, Parung, Bogor dan Nurdin (39) warga Kampung Pamoyanan, Panenjoan, Cicalengka, Bandung.Selama menjalankan aksinya, dua orang itu hanya tiduran di pendopo SRI yang terletak di Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat. Di samping dua orang itu, terdapat obat-obatan untuk mengantisipasi jika peserta aksi sakit. Di atas pendopo pun dipasangi spanduk besar bertuliskan, "Minta ganti rugi sampai mati".Mereka terpaksa melakukan aksi untuk menuntut agar PLN dan pemerintah memberikan ganti rugi terkait pembangunan SUTET. Bahkan sejumlah warga di daerah Bandung, Bogor, Cianjur, Sumedang, Cirebon, Majalengka mengaku resah karena dilakukan pemutusan sambungan listrik secara sepihak yang melibatkan petugas PLN, preman, dan polisi. Dikabarkan pula, 5 warga Cianjur ditahan dan dipukuli oleh aparat kepolisian.Menurut Koordinator Advokasi Korban SUTET Indonesia Mustar Bona Ventura, pada Jumat 30 Desember nanti, jumlah peserta aksi mogok makan dan jahit mulut akan bertambah. Mereka merupakan perwakilan dari sejumlah daerah yang menjadi korban SUTET. (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads