Dirut Holding Tambang Diusir di Rapat DPR, KSP: Kami Menyesalkan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 14:11 WIB
Pembangunan gedung baru untuk DPR RI menuai kritikan berbagai pihak walaupun Ketua DPR Setya Novanto menyebut Presiden Jokowi telah setuju pembangunan tersebut. Tetapi Presiden Jokowi belum teken Perpres tentang pembangunan Gedung DPR. Lamhot Aritonang/detikcom.
Ilustrasi gedung DPR (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Dany Amrul Ichdan, menyesalkan insiden pengusiran Direktur Utama Holding Tambang BUMN (MIND ID) atau PT Inalum (Persero) Orias Petrus Moedak oleh Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Nasir. Dany menilai seharusnya komunikasi dijalin atas dasar pembahasan program-program strategis.

"Menyikapi polemik beberapa hari lalu dalam RDP antara Komisi VII DPR RI dan Dirut MIND ID holding Pertambangan Indonesia, tentu kita semua di kalangan profesional dan pemerintahan menyesalkan pengusiran tersebut, terlebih lagi komunikasi yang dibangun di RDP antara DPR dan BUMN-nya langsung seharusnya lebih kepada elaboratif program strategis yang memberikan dampak kepada pertumbuhan korporasi, kebijakan teknis pertambangan serta kontribusi holding kepada masyarakat secara luas yang tentunya disesuaikan dengan tugas dan scope masing-masing komisi di DPR," kata Dany lewat keterangan tertulis, Jumat (3/7/2020).

Dany yakin DPR sepenuhnya sangat mendukung berbagai upaya BUMN menuju pengelolaan ekonomi yang mandiri. Hal yang sama juga telah dicontohkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pemerintahan Presiden Jokowi adalah contoh keberanian langkah konkrit yang mendukung aksi korporasi Inalum. Pada waktu itu dalam mengambilalih saham Freeport Indonesia sebagai terobosan tahapan kemandirian pengelolaan aset negara yang tak boleh terus bergantung pada pihak asing dalam eksplorasi tambang. Puluhan tahun sudah cukup membesarkan BUMN kita untuk adaptif transfer of knowledge dan transfer of technology dari perusahaan tambang besar dan kini saatnya kita siapkan milestone untuk berdiri di kekuatan kaki kita sendiri. Inilah legacy pemerintahan pak Jokowi bagi generasi penerus," ujar Dany.

Dany lantas menyitir sejumlah data bahwa mulai 2021 tambang akan beroperasi normal dan kapasitas produksinya kembali normal seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Mulai tahun 2022, tambang underground akan memproduksi tembaga sekitar 170.000 ton-200.000 ton per hari dan tentu mendapat keuntungan besar setiap tahun. Dalam perhitungan, mulai tahun 2023, dengan produksi yang kembali normal, MIND ID mendapat dividen sebesar US$1 miliar," ujar dia.

"Demikian juga dengan utang pembelian saham Freeport Indonesia menurut perhitungan keekonomian selagi DER (dept to equity rasio) msh melebihi aset,nett operating cashflow termasuk projeksinya masih bagus serta kemampuan produksi masih di atas target, maka tentu hutang menjadi peluang untuk tumbuh lebih besar. Terlebih lagi setelah 5 tahun MIND ID ke depan akan lebih besar sampai tahun 2041 dan memberikan dampak penerimaan negara yang lebih besar juga, karena MIND ID adalah perusahaan BUMN," imbuh Dany.

Selanjutnya
Halaman
1 2