Djoko Tjandra yang Bikin Geger Itu Punya Julukan 'Joker'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 09:03 WIB
Buronan kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra, membuat KTP elektronik (e-KTP) kurang dari sejam. Terkait hal tersebut, Komisi III DPR RI akan memanggil Dukcapil DKI dan lurah setempat.
Djoko Tjandra (Foto: Tangkapan layar dari 20detik)
Jakarta -

Seorang Djoko Tjandra membuat kehebohan dengan muncul di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) baru-baru ini untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas perkara yang membelitnya. Jejak terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali yang menghilang sejak 2009 itu bahkan tidak terendus aparat penegak hukum.

Awal mula nama Djoko Tjandra muncul ketika Jaksa Agung ST Burhanuddin buka-bukaan mengenai kecolongan informasi keberadaan Djoko Tjandra dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR pada awal pekan ini. Burhanuddin mengaku sakit hati mengetahui bila Djoko Tjandra berada di Indonesia.

"Informasinya lagi menyakitkan hati saya adalah katanya 3 bulanan dia ada di sini," kata Burhanuddin saat itu.

Burhanuddin mengakui bila ada kelemahan dalam intelijen kejaksaan sehingga keberadaan Djoko Tjandra tidak diketahui. Namun di sisi lain Burhanuddin mempertanyakan mengenai data perlintasan imigrasi lantaran Djoko Tjandra bisa masuk ke Indonesia tanpa terlacak.

"Mohon izin kami juga tidak menyalahkan siapa, tetapi ini pemikiran yuridis kami, pencekalan kalau itu sudah terpidana artinya harusnya tidak ada batas waktunya sampai dia tertangkap, untuk pencekalan tersangka atau terdakwa ada batas waktunya ini diperlukan untuk kepastian hukum, itu akan menjadi kami akan bicara dengan pihak sebelah," imbuhnya.

Sementara itu Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menduga Djoko Tjandra masuk tanpa melalui pemeriksaan imigrasi. Namun mengenai kemungkinan ini, sebutnya, masih didalami oleh pihak imigrasi. Selain itu Yasonna menyebut ada dugaan lain bila Djoko Tjandra masuk melalui 'jalur tikus'.

"Jadi kita sudah cek semua data perlintasan kita baik laut, laut itu misal di Batam, baik udara, Kualanamu, Ngurah Rai dan lain-lain, itu nggak ada sama sekali namanya Djoko Tjandra," kata Yasonna.

"Kemungkinannya mungkin pasti adakala itu benar bahwa itu palsu atau tidak. Kita tidak tahu melalui pintu-pintu yang sangat luas di negara, pintu tikus, jalan tikus," imbuh Yasonna.

Tonton video 'Geramnya Jaksa Agung Tak Bisa "Angkut" Djoko Tjandra':

Selanjutnya
Halaman
1 2