Ajukan PK, Buron Korupsi Djoko Tjandra Wajib Hadiri Sidang di PN Jaksel

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 08:52 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra tiba-tiba muncul di Indonesia mendaftarkan peninjauan kembali (PK) atas vonis 2 tahun penjara yang harus dijalaninya. Nah, berdasarkan peraturan Mahkamah Agung (MA) Djoko wajib datang dalam sidang PK di PN Jaksel.

Berdasarkan catatan detikcom, Jumat (3/2/2020), Surat Edaran MA (SEMA) Nomor 1 Tahun 2012 mewajibkan pemohon PK hadir di pengadilan. SEMA ini ditandatangani Ketua MA tanggal 28 Juni 2012.

"Dalam SEMA tersebut, MA menegaskan bahwa permintaan PK yang diajukan oleh kuasa hukum terpidana tanpa dihadiri oleh terpidana harus dinyatakan tidak dapat diterima dan berkas perkaranya tidak dilanjutkan ke (MA)," demikian bunyi SEMA itu.

Hal ini berlaku bagi seluruh peradilan negeri/militer.

"SEMA ini mendasarkan pada Pasal 263 ayat (1) dan Pasal 265 ayat (2) dan (3) KUHAP," ujarnya.

Pasal 263 ayat 1 KUHAP berbunyi:

Terhadap putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, kecuali putusan bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum, terpidana atau ahli warisnya dapat mengajukan permintaan peninjauan kembali kepada Mahkamah Agung.

Pasal 265 ayat 2 KUHAP berbunyi:

Dalam pemeriksaan sebagaimana tersebut pada ayat (1), pemohon dan jaksa ikut hadir dan dapat menyampaikan pendapatnya.

Pasal 265 ayat 3 KUHAP berbunyi:

Atas pemeriksaan tersebut dibuat berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh hakim, jaksa, pemohon dan panitera dan berdasarkan berita acara itu dibuat berita acara pendapat yang ditandatangani oleh hakim dan panitera.

Sejarah lahirnya SEMA di atas adalah tatkala Sudjiono Timan mengajukan PK yang diajukan oleh istrinya pada 2012 silam. Timan adalah buronan kasus korupsi BLBI. PK Timan yang diajukan istrinya dikabulkan MA dan Timan lepas, padahal Timan lenyap bak ditelan bumi.

Diketahui, sidang peninjauan kembali (PK) Djoko Tjandra akan digelar kembali pada Senin, 6 Juli mendatang, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Djoko yang telah bertahun-tahun buron itu diketahui muncul di tanah air dan datang ke PN Jaksel untuk mengajukan PK pada 8 Juni.

Kejaksaan Agung pun menegaskan akan terus mencari dan menangkap Djoko Tjandra. Djoko akan ditangkap apabila dapat diketahui keberadaannya sebelum hadir di persidangan.

Djoko Tjandra terseret kasus cessie Bank Bali yang meledak tahun 1998 senilai lebih dari Rp 500 miliar. Djoko dihukum 2 tahun penjara dalam putusan PK yang diajukan jaksa. Djoko diduga meninggalkan Indonesia pada 10 Juni 2009 lalu.

(asp/mae)