Round-Up

6 Poin Penjelasan Menkum HAM soal Jejak Djoko Tjandra di RI

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 06:58 WIB
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly, mengatakan ada dua draf omnibus law yang akan diserahkan ke DPR.
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly. (Foto: Mochamad Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Buron kasus cessie Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra atau biasa disebut Djoko Tjandra ternyata sudah 3 bulanan ada di Indonesia. Dia bahkan mendaftarkan permohonan peninjauan kembali (PK) di PN Jakarta Selatan. Kok bisa?

Teka-teki keberadaan Djoko Tjandra di Indonesia awalnya diungkap Jaksa Agung ST Burhanuddin saat rapat kerja dengan Komisi III DPR pada Senin 29 Juni 2020. Burhanuddin sakit hati mendengar kabar pria kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat tersebut di Indonesia.

Namun, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sempat mengaku sistem Kemenkum HAM tidak mendeteksi Djoko Tjandra masuk dan keluar Indonesia. Berikut 6 fakta penjelasan Menkum HAM cek jejak Djoko Tjandra di RI:

Djoko Tjandra Bukan Buruan Interpol Sejak 2014

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly mengatakan bila nama Djoko Tjandra sudah tidak lagi masuk dalam red notice atau buruan Interpol sejak 2014. Yasonna menyebut seandainya terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali itu masuk ke Indonesia baru-baru ini pun tidak bisa dihalangi karena tidak ada dalam red notice.

"Ini kan beliau menurut Interpol sejak 2014 kan tidak lagi masuk dalam DPO (daftar pencarian orang). Jadi kalau seandainya pun, seandainya, ini berandai-andai, jangan kau kutip nanti seolah-olah benar, seandainya pun dia masuk dengan benar, dia nggak bisa kami halangi," kata Yasonna di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Yasonna pun berandai-andai sekali lagi. Bila Djoko Tjandra masuk Indonesia dengan benar sambil bersiul pun tak akan dihalangi, sebab dia tak masuk red notice.

"Karena dia tidak masuk dalam red notice. Seandainya masuk dia sambil bersiul-siul dia masuk, bisa saja karena dia tidak masuk dalam red notice. Tapi ini hebatnya, dia situ juga nggak ada," ujar Yasonna.

Ketika ditanyakan soal kemungkinan Djoko Tjandra masuk Indonesia dengan mengganti nama, Yasonna menampik. Kini Yasonna membentuk tim gabungan dengan Kejaksaan Agung untuk mengecek masuknya Djoko Tjandra ke Indonesia.

"Ya kita nggak tahu lah, nanti makanya saya bilang lagi diteliti sama Dirjen Imigrasi, nanti ceklah. Kan kita minta cek CCTV, apa semua. Kita tidak tahu, bisa saja orang ambil paspor di mana-mana, di Bangkok sana kan," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5