Round-Up

Ultimatum Kapolri agar Polisi Terlibat Narkoba Dihukum Mati

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 21:33 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan 
 Kapolri Jenderal Idham Azis
Jenderal Idham Azis (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Idham Azis mengaku paling rewel dalam pemberantasan narkoba. Dia meminta segenap jajarannya tidak memberi ruang bagi para bandar narkoba.

Kapolri mengingatkan jajarannya untuk tidak main-main dengan narkoba.

Dia berpendapat anggota yang terlibat narkoba seharusnya diberi hukuman yang berat. Sebab, sebagai aparat keamanan, polisi sudah tahu aturannya.

"Nah, kalau polisinya sendiri yang kena narkoba, hukumannya harus hukuman mati sebenarnya, karena dia sudah tahu undang-undang, dia tahu hukum. Seperti itu," tegas Jenderal Idham Azis dalam sambutannya di acara pemusnahan narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Hal itu diungkapkan Kapolri Jenderal Idham Azis dalam sambutan di acara pemusnahan 1,2 ton sabu dari jaringan Iran-Timur Tengah di Polda Metro Jaya.

Idham juga kerap mencereweti Direktur Narkoba. Ia meminta jajaran Direktorat Narkoba betul-betul mengamankan barang bukti.

"Saya harus menyampaikan juga kepada semua Dirnarkoba itu saya paling rewel, bener nggak itu pengamanan barang buktinya. Ya, kan?" katanya.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu pun kerap mengingatkan jajaran untuk melakukan tes urine kepada personel dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba.

"Cek itu anggota, sekali-kali tes urine, bener nggak? Karena banyak kejadian yang begitu," kataya.

Selanjutnya
Halaman
1 2