Bubarkan Diri, Massa Mahasiswa Akan ke Kemendikbud Lagi Besok untuk Audiensi

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 18:29 WIB
Demo mahasiswa di Kemendikbud
Massa mahasiswa membubarkan diri dari Kemendikbud. (Rahel Narda Chaterine/detikcom)
Jakarta -

Massa mahasiswa yang beraksi di depan kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membubarkan diri. Mereka mengaku akan kembali lagi esok hari untuk audiensi dengan pihak Kementerian.

Pantauan detikcom di Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakpus, Kamis (2/7/2020) massa yang mengaku tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu itu mulai meninggalkan lokasi pada pukul 17.50 WIB. Massa membubarkan diri setelah dijanjikan untuk bertemu dengan Plt Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Nizam besok.

"Kawan-kawan, alhamdulillah, hari ini diterima untuk bagaimana hal-hal yang kemudian menjadi tuntutan kita untuk kita sampaikan. Dan kemudian hal yang perlu sama-sama kita ketahui bahwa besok kami diterima langsung oleh Dirjen Dikti pada jam 13.00 WIB untuk kita bahas terkait tuntutan-tuntutan kita," kata orator di lokasi.

Mobil komando pun mulai bergerak meninggalkan area demonstrasi. Massa membubarkan diri ke arah Jalan Jenderal Sudirman arah ke Monas, Jakpus.

Setelah massa membubarkan diri, lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman ke arah Monas pun lancar. Polisi pun masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa dari Aliansi Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu mengadakan aksi di sekitar Kemendikbud. Tujuan mahasiswa tersebut datang adalah meminta keringanan UKT sebesar 50 persen.

Pantauan detikcom di Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, (2/7/2020), sekitar 200 mahasiswa mendatangi lokasi pada pukul 14.18 WIB. Mereka tampak membawa banner bertulisan 'KAMPUS TUTUP KULIAH DI JALAN'.

"Kita menuntut Nadiem Makarim membuat kebijakan untuk keringanan biaya UKT atau SPP 50 persen. Betul, Teman-teman? Kami tidak akan pulang, Pak, sebelum kami bertemu Pak Nadiem Makarim. Kami tak akan pulang sebelum Pak Nadiem menyetujui tuntutan kita," kata orator dari mobil komando di lokasi.

(dhn/dhn)