LBH Makassar Persoalkan Pemerkosa ABG di Parepare Divonis 5 Bulan Penjara

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 15:39 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Makassar -

Kasus pemerkosaan yang terjadi pada R (14), warga Parepare, Sulsel, menjadi perhatian publik karena pelaku hanya dihukum 5 bulan penjara. Dengan adanya beberapa kejanggalan pada kasus ini, jaksa dan hakim yang menangani perkara ini diminta untuk diperiksa.

"LBH Makassar meminta agar jaksa yang menangani perkara ini diperiksa oleh jaksa pengawas dan hasilnya harus transparan ke publik," kata Ketua LBH Makassar Aswandy Andi Mas kepada detikcom, Kamis (2/7/2020).

Dia mengatakan ada beberapa kejanggalan pada proses penanganan kasus ini di pengadilan. Pertama adalah soal surat perdamaian yang tidak pernah diklarifikasi kepada keluarga korban saat di pengadilan.

"Harusnya surat perdamaian diklarifikasi di persidangan. Sangat menyesal kejaksaan tidak profesional atas proses hukum kasus ini. Tidak memanggil atau memberitahukan perkembangan perkara kepada korban," terangnya.

Tidak hanya itu, Wawan menilai hakim sangat pasif dalam menangani kasus ini. Dia menduga jaksa melakukan penuntutan dengan hukuman rendah kepada para pelaku.

"Yang perlu dilakukan pemeriksaan untuk memeriksa hakim dan kita mendesak KY untuk melakukan pemeriksaan terhadap hakim. Apalagi vonisnya kategori ringan," kata dia.

"Bisa diduga tuntutan jaksa yang rendah dan jaksa harus diperiksa. Hakim berdasarkan kewenangan tidak wajib untuk taat atas tuntutan jaksa yang rendah," kata dia.

Pihaknya pun membuka pintu kepada keluarga R untuk dapat mengadukan keberatannya dan Wawan mengatakan siap memberikan perlindungan hukum.

Pada kasus ini, pihak keluarga membantah uang damai yang diberikan kepada pihaknya. Surat perdamaian itu disebut berada di Kejaksaan Negeri Parepare. Uang damai itu disebut tidak pernah sampai di keluarga korban.

Jaksa disebut hanya mengajukan tuntutan 7 bulan penjara dan dengan Rp 1 juta kepada para pelaku. Pihak jaksa pun tidak akan melakukan upaya banding atas putusan hakim yang memberikan pidana 5 bulan penjara.

Tonton video 'Baru Bebas Usai Dapat Asimilasi, Begal di Parepare Diringkus Polisi':

(tfq/nvl)