Oknum Marinir Penusuk Serda Saputra Sempat Letuskan 2 Tembakan di Hotel Jakbar

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 13:38 WIB
Pom TNI Tunjukkan bukti kasus penusukan Serda Saputra
Pom TNI menunjukkan barang bukti kasus penusukan Serda Saputra. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah fakta baru terungkap terkait insiden tewasnya anggota Babinsa Kodim Jakarta Barat, Serda RH Saputra, setelah menjadi korban penusukan oknum Marinir, Letda RW. Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Eddy Rate Muis menyebut Letda RW sempat meletuskan dua kali tembakan saat kejadian.

Mayjen Eddy mengatakan tujuan Letda RW datang ke Hotel Mercure di kawasan Jakarta Barat adalah menemui kekasihnya yang baru dikenalnya lewat media sosial. Penusukan terjadi di depan Hotel Mercure.

"Jadi, diawali pada tanggal 22 Juni itu malam, tersangka datang ke Hotel Mercure dalam kondisi setelah mengkonsumsi minuman keras. Jadi yang bersangkutan saat itu dalam kondisi setengah mabuk, ya. Pada saat itu, yang bersangkutan datang ke hotel ingin menemui pacar tersangka. Pacar kenalan di medsos, belum pernah ketemu di darat," kata Mayjen Eddy di Mako Puspomal, Jalan Boulevard Bukit Gading Raya, Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020).

Dia menjelaskan, mengingat Hotel Mercure merupakan salah satu tempat yang dijadikan karantina untuk pasien virus Corona (COVID-19), kedatangan Letda RW pada dini hari itu dilarang oleh petugas. Dalam keadaan mabuk, sambung Mayjen Eddy, Letda RW kemudian tidak terima dan sempat mengamuk di hotel.

Dia menambahkan Letda RW bahkan sempat melakukan tembakan dua kali ketika melakukan perusakan di hotel.

"Karena dalam pengaruh minuman keras, dia tetap memaksa masuk sehingga dihalangi oleh petugas. Yang bersangkutan tidak terima dan melakukan perusakan dan penembakan dua kali," jelas Mayjen Eddy.

"Pertama, pada saat mau masuk ke hotel, saat pintu hotel itu terkunci, yang bersangkutan menembak gagang pintu hotel tersebut dan yang bersangkutan menembak lagi ke atas. Jadi dua kali menembak dan setelah itu tersangka masuk lewat pintu belakang dan melakukan perusakan. Ini dilakukan dalam keadaan mabuk," sambungnya.

Serda Saputra, yang sedang bertugas dalam tim penanganan Corona di Hotel Mercure, lalu menemui Letda RW untuk menenangkannya. Tersangka yang masih dalam keadaan mabuk tidak terima dan kemudian melakukan penusukan sebanyak dua kali menggunakan senjata tajam badik kepada Serda Saputra hingga tewas.

"Pada saat petugas dari Babinsa datang menemui tersangka, terjadilah cekcok. Karena tersangka ditegur oleh petugas dan tersangka mengejar korban dengan senjata tajam badik. Pada saat dikejar, korban, karena usianya lebih tua, jadi lamban dan yang ngejar cepat, jadi korban ditusuk. Korban ditusuk dari belakang, kemudian jatuh, dan kemudian ditusuk lagi dan mengakibatkan korban meninggal," ungkap Eddy.

Atas perbuatannya tersebut, Letda RW dijerat dengan pasal berlapis, di antaranya pasal pembunuhan dengan ancaman 15 tahun. Kemudian pasal terkait perusakan di tempat umum serta UU Darurat terkait penyalahgunaan senjata api.

Selanjutnya
Halaman
1 2