Demo Mahasiswa Papua di Makassar Sulsel Dihadang-Dibubarkan Ormas

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 23:15 WIB
Mahasiswa Papua di Makassar menggelar aksi di depan pintu 2 UMI, Rabu (1/7/2020) sore.
Mahasiswa Papua di Makassar menggelar aksi di depan pintu 2 UMI. (Dok. Ketua BMI Muhammad Zulkifli)
Makassar -

Sejumlah mahasiswa Papua di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), melakukan unjuk rasa agar Papua merdeka. Sejumlah organisasi masyarakat lantas menghadang dan membubarkan mereka.

"Kami halau, larang, masuk, jangan keluar, kami minta mereka dibubarkan," ujar Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI), Muhammad Zulkifli kepada wartawan, Rabu (1/7/2020).

Kelompok mahasiswa Papua tersebut bergerak dari dalam kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), lalu berjalan ke depan pintu 2 kampus, yakni Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, sekitar pukul 16.30 Wita. Sejumlah Ormas, yakni BMI, Sapma Pemuda Pancasila, dan Organisasi Pemuda Pancasila, lantas menghadang gerakan tersebut.

"Kami larang dia, kami halau, akhirnya dia masuk lagi ke dalam," ucap Zulkifli.

Dia mengatakan pihaknya sejak awal telah mencium gerakan ini, sehingga melakukan antisipasi. Zulkifli mengaku pihaknya tidak ingin mahasiswa tersebut memperlihatkan atribut Papua Merdeka.

"Saya sudah tahu ada dalam kampus, saya komunikasi aparat, saya minta tolong sama aparat bahwa mereka jangan keluar. Jangan sampai memperlihatkan atribut-atribut Papua, kami juga tidak akan buat apa-apa. Tapi, jika mereka keluar dan memperlihatkan atribut, kami pasti bergerak," ucap Zulkifli.

Situasi saat demo.Situasi saat demo. (Dok. Ketua BMI Muhammad Zulkifli)

Zulkifli mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua Asrama Papua di Makassar, Anton. Tapi pihak Asrama Papua Makassar disebut tak ambil bagian dari gerakan itu.

"Kalau tadi malam saya sudah komunikasi sama Ketua Asrama, Anton, dia bilang tidak terlibat. Makanya saya heran kenapa ada kejadian seperti tadi," katanya.

Zulkifli pun mengaku curiga ada oknum yang sengaja memprovokasi gerakan tersebut. Dia mengaku menemukan indikasi adanya oknum tersebut.

"Saya malah menganggap ini ada oknum yang bukan dari anak Papua, tapi akhirnya memprovokasi saudara-saudara kita, anak Papua, karena yang turun ini saya lihat, penggeraknya bukan anak Papua," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2