Djoko Tjandra Tak Terdeteksi di RI, Anggota DPR Khawatir Ada Invisible Hand

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 21:37 WIB
Habiburokhman (Dok. Habiburokhman)
Foto: Habiburokhman (Dok. Habiburokhman)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman menyayangkan pihak imigrasi Indonesia tidak bisa mendeteksi keberadaan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra, hingga bisa mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Habiburokhman mengkhawatirkan ada invisible hand yang melindungi Djoko.

"Kasus tidak terdeteksinya buronan Djoko Tjandra saat masuk ke Indonesia sangat memalukan. Imigrasi kita lemah sekali, orang yang sudah belasan tahun buron bisa kembali dan mendaftarkan sendiri PK di pengadilan tanpa terdeteksi," kata Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (1/7/2020).

Kuasa hukum Djoko, Andi Putra Kusuma diketahui membenarkan bahwa kliennya datang ke PN Jaksel pada 8 Juni. Menurut Andi, Djoko mendatangi PN Jaksel untuk mendaftarkan peninjauan kembali (PK).

Habiburokhman khawatir ada pihak yang mengatur agar Djoko bisa mendaftarkan PK ke PN Jaksel. Tujuannya, sebut anggota DPR Fraksi Gerindra itu, agar Djoko bisa terbebas dari kasus yang menjeratnya.

"Saya khawatir ada invisible hand atau kekuatan gelap yang melindungi Djoko Tjandra, serta mengatur pendaftaran PK tersebut. Dan target mereka adalah bagaimana Djoko Tjandra bisa bebas murni melalui PK," terang Habiburokhman.

Habiburokhman meminta aparat penegak hukum segera melacak keberadaan Djoko. Menurutnya, pelacakan Djoko bisa dilakukan dengan mengecek CCTV PN Jaksel.

"Kami minta aparat terkait, mulai dari imigrasi, kejaksaan dan kepolisian, berkoordinasi untuk segera menangkap Djoko Tjandra. Seharusnya hal tersebut tidak sulit. CCTV PN Jaksel bisa dicek waktu itu dia hadir naik mobil apa, lalu mobil tersebut dilacak pergi ke mana," tuturnya.

Tonton video 'Jaksa Agung Akui Kelemahan Mendeteksi Terpidana Djoko Tjandra':

Selanjutnya
Halaman
1 2