Ombudsman Nilai PPDB Zonasi Bina RW Berpotensi Ciptakan Jual-Beli Kursi

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 19:23 WIB
Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Foto Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta kini membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi melalui bina RW untuk peserta didik baru yang rumahnya dekat dengan sekolah. Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya menilai sistem tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru salah satunya berpotensi adanya jual beli kursi.

"Persoalannya ini menambah persoalan baru karena menambah 4 orang per rombel (rombongan belajar) dikalikan berapa SMA. Nah tapi persoalannya kemudian ini menambah persoalan baru dan ini kerja bareng nih kesalahan bersama antara Kemendikbud sama Disdik karena menambah empat orang per rombel," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P Nugroho, dalam konferensi pers di kantornya yang disiarkan di YouTube Ombudsman RI, Rabu (1/7/2020).

"Nah penambahan rombel (rombongan belajar) ini menjadi peluang sekolah untuk melakukan jual beli kursi, di mana-mana, bukan hanya di Jakarta," ujar Teguh.

Diketahui Kemendikbud merekomendasikan agar jumlah siswa per rombongan belajar (rombel) di kelas VII dan X ditambah 4 siswa dari 36 menjadi 40 siswa di tiap kelas. Menurut Teguh, nantinya akan menambah persoalan baru karena kebijakan tersebut berpotensi diikuti daerah lainnya.

"Kalau Jakarta mendapatkan kompensasi seperti ini, ini artinya memberikan justifikasi kepada sekolah-sekolah di daerah-daerah lain untuk menambah rombel," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2