Kesaksian Siswa Lihat Detik-detik Kebakaran di SMAN 100 Jakarta

Jehan Nurhakim - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 18:21 WIB
Kebakaran di SMAN 100 Jaktim hanguskan sejumlah ruangan
Kebakaran di SMAN 100 Jaktim hanguskan sejumlah ruangan. (Jehan Nurhakim/detikcom)
Jakarta -

Seorang siswa SMA Negeri 100 Jakarta, Muhammad Fatih, menyaksikan detik-detik kebakaran di sekolahnya. Muhammad Fatih melihat percikan api keluar dari air conditioner (AC) di salah satu ruangan.

Fatih ke sekolah untuk mengembalikan buku pada pukul 10.30 WIB. Tiba-tiba dia melihat asap mengepul dari ruangan guru.

"Pas saya duduk, saya liat api ruang guru. Saya kira itu warga bakar sampah mantul ke kaca. Pas saya lihat ruang guru ada api di bagian AC," kata Fatih saat ditemui di lokasi, Rabu (1/7/2020).

Api kemudian membakar meja di ruangan tersebut. Dengan cepat api menyambar berkas-berkas yang ada di ruangan.

"Meleleh kebagian meja yang ada berkas berkas terus merembet dah tuh," tambahnya.

Menurutnya petugas pemadam kebakaran (Damkar) baru tiba di lokasi setelah 30 menit. Api pun sudah membesar dan merembet ke ruangan lainnya.

"Tiga puluh menit setelah kebakaran, jadi lumayan lama, udah menyebar. Api gede banget, 4 ruangan, ruang BK, ruang wakil kesiswaan, ruang guru sama paling kelas, tuturnya.



"Kira-kira sih, pokoknya ada 2 unit mobil besar sama 2 unit mobil kecil, sekitar 15 orang atau ada belasan orang," sambungnya.

Hal senada dikatakan kepala sekolah Sunaryanto bahwa petugas datang setelah 30 menit dari kejadian. Hal itu disebabkan jalannya yang kecil, sehingga proses masuk ke lokasi memakan waktu.

"Personel dari pemadam kebakaran sekitar setengah jam, karena kebetulan mobil yang gede nggak bisa, terus mobil kecil, Jadinya 30 menit. Waduh banyak banget, sekitar 30 petugas pemadam kebakaran," kata Sunaryanto.

Sunaryanto mengatakan, saat kejadian, sekolah sedang libur. Namun beberapa murid mungkin datang untuk mengembalikan buku. Sementara ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

"Sebenarnya mungkin-mungkin yah, ini layanan, dia mengembalikan buku. Kan kita suruh lewat online, tapi mungkin ada yang mengembalikan langsung," tandasnya.

Kebakaran tersebut menghanguskan 7 ruangan di sekolah tersebut. Ruangan-ruangan hangus terbakar.



(mea/mea)