Pemprov DKI Tiadakan Aturan Ganjil-Genap Pasar karena Dinilai Tak Efektif

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 16:57 WIB
Pemprov DKI Jakarta menerapkan aturan ganjil-genap bagi pedagang pasar. Aturan tersebut sudah diterapkan di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2020). Begini suasananya.
Foto ilustrasi kondisi di pasar saat ganjil-genap. (Pradita Utama/detikcom))
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan aturan ganjil-genap toko di pasar saat PSBB transisi telah ditiadakan. Jam operasional pasar juga akan dinormalkan seperti sediakala.

"Akan dilakukan pengawasan ketat, jam operasinya akan dikembalikan normal, ganjil-genap di dalam pasar akan ditiadakan," kata Anies dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di kanal YouTube Pemprov DKI, Rabu (1/7/2020).

Meski demikian, karena pasar masih menjadi salah satu area penularan virus Corona (COVID-19), aparat TNI-Polri dan petugas Pemprov DKI akan mengendalikan jumlah orang yang masuk pasar. Anies menegaskan jumlah pengunjung pasar tak boleh melebihi 50 persen kapasitas pasar.

"Tetapi jumlah orang masuk pasar akan dikendalikan. Jadi jumlah orang yang masuk pasar tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas di pasar. Dan ini akan dikendalikan oleh petugas-petugas yang akan ditempatkan di pintu-pintu masuk pasar untuk mengendalikan jumlah orang yang ada di pasar dalam satu waktu," papar Anies.

Anies menjelaskan jam operasional pasar dinormalkan kembali dengan tujuan menyebar jumlah kedatangan pengunjung. "Dengan cara seperti ini, jam operasinya dijadikan panjang supaya untuk menyebar jumlah kedatangan orang, tapi dikendalikan di pintu masuk," imbuh dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2