Bupati Bogor Temui Surya Atmadja Tanya soal Izin Rhoma Irama Manggung

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 12:08 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin
Bupati Bogor Ade Yasin (Foto: Sachril/detikcom)
Jakarta -

Bupati Bogor Ade Yasin mengaku sudah menemui orang yang meminta pedangdut Rhoma Irama nyanyi dalam acara khitan di Pamijahan, Kabupaten Bogor, Surya Atmadja. Ade menanyakan perihal izin dalam menampilkan Rhoma Irama.

"Oh kita minta keterangannya, saya tanya apakah ada izin nggak, nggak ada. Khawatir kan ada izin dari siapa gitu, ternyata nggak ada. Lalu setelah itu kasusnya kita serahkan kepada pihak yang berwenang," kata Ade di Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2020).

Meski begitu, Ade heran kenapa Surya tetap nekat menampilkan Rhoma Irama. Dia mengatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap siapapun orang yang terlibat dalam acara itu.

"Iya, ya biasa lah jawabannya yang ngelak-ngelak saja. Tapi saya tanya kenapa nekat? Ternyata kan mungkin merasa bahwa, apa ya? Susah ngomongnya. Jadi pada intinya itu acara itu sudah kita larang dan acara itu tidak berizin sehingga kami harus memproses nya lebih lanjut. Adapun entah siapa-siapa yang terlibat dalam hal ini itu nanti akan terungkap," katanya.

"Terus kemarin kan kita juga tidak punya kewenangan untuk menyidik karena kami bukan penyidik. Gugus tugas hanya menyampaikan bahwa kita sudah melarang. Dan kami bertanya apakah ada izin dari pihak lain ternyata tidak ada. Udah begitu, silahkan selanjutnya diproses. Kita juga sedang cari pihak-pihak yang terlibat, yang mengamankan acara itu. Baik katanya ada seseorang yang nongkrong di situ, ya mungkin aparat juga takut, atau siapapun nanti akan terlihat dalam pemeriksaan polisi, gitu" lanjut Ade.

Lebih lanjut, Ade menyebut Surya telah mengakui kesalahannya. Dia pun telah meminta maaf atas perbuatannya.

"Iya. Beliau sih merasa salah dan melanggar aturan hukum. Tidak hanya PSBB tapi aturan hukum karena kan berkerumun mengadakan acara tanpa izin. Jadi beliau juga mengatakan bahwa ini tidak ada izin, bahwa merasa salah," ujarnya.

(eva/eva)