Imam Nahrawi Minta Taufik Hidayat Lanjut Diperiksa, Ini Respons KPK

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 12:05 WIB
Ali Fikri
Foto Plt Jubir KPK Ali Fikri: (Ari Saputra-detik)

Seperti diketahui, peran Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Taufik Hidayat diungkapkan jaksa saat membacakan surat dakwaan terdakwa eks asisten pribadi (aspri) Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum.

Dalam surat dakwaan Miftahul Ulum, jaksa mengatakan awalnya Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima Tommy Suhartanto menyampaikan adanya permintaan uang kepada Edward Taufan Panjaitan selaku pejabat pembuat komitmen yang diangkat sebagai Manajer Pencairan Anggaran Program Satlak Prima. Imam meminta uang kepada Tommy.

"Kemudian Tommy Suhartanto meminta kepada Edward Taufan Panjaitan alias Ucok menyiapkan uang sejumlah Rp 1.000.000.000 untuk diserahkan kepada Imam Nahrawi melalui terdakwa," kata jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (30/1).

Pada Agustus 2018, jaksa mengatakan, Tommy meminta Reiki Mamesah selaku Asisten Direktur Keuangan Satlak Prima untuk mengambil uang Rp 1 miliar dari anggaran Program Satlak Prima. Uang itu diambil dari Edward Taufan.

Setelah itu, Reiki menyerahkan uang itu kepada Taufik Hidayat di rumahnya beralamat Jalan Wijaya 3 No 16 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Taufik mengalirkan uang itu ke Imam Nahrawi melalui Ulum.

"Kemudian uang sejumlah Rp 1.000.000.000 tersebut diberikan oleh Taufik Hidayat kepada Imam Nahrawi melalui terdakwa di rumah Taufik Hidayat," kata jaksa.

Halaman

(ibh/zap)