Asyik! Cost Digital Makin Murah, Harga Smartphone Lebih Terjangkau

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 20:52 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: Syailendra Hafiz Wiratama
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), infrastruktur dan layanan digital terbukti menjadi tulang punggung bagi berbagai kegiatan produktif, seperti bekerja, berjualan, dan belajar dari rumah. Ia juga menekankan transformasi digital merupakan suatu keharusan.

"Apalagi di masa pandemi ini, migrasi dari offline ke online adalah sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat. Berbagai negara pun mendorong digitalisasi ekonomi agar tidak ketinggalan," tutur Airlangga, Selasa (30/6/2020).

Hal itu diucapkannya dalam konferensi pers Peluncuran Program Dukungan UMKM Indonesia GrabForGood 2020. Airlangga juga mengatakan sejumlah langkah pemerintah dalam mendorong masyarakat semakin melek digital. Salah satunya dengan mengupayakan harga smartphone di Indonesia ke depannya bisa lebih terjangkau. Tujuannya agar lebih banyak masyarakat Indonesia yang melek digital sehingga ke depan bisa dimanfaatkan untuk pemerataan ekonomi lewat e-commerce.

"Pemerintah akan mendorong cost dari digitalisasi ini bisa semakin murah. Harga dari smartphone juga diharapkan akan lebih terjangkau, dengan demikian lebih banyak lagi orang yang bisa menggunakan smartphone," papar Airlangga.

Terkait dengan transformasi digital, Airlangga menyebutkan tidak saja meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tapi juga mendorong inklusivitas. Ia mengatakan, pemerintah berkomitmen menciptakan lingkungan berusaha yang nyaman bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berbisnis secara online.

Pendampingan dan pelatihan secara konsisten dan berkelanjutan juga diperlukan agar UMKM dapat bertahan dan berkembang dalam ekosistem digital.

"Tentu dengan digitalisasi, jumlah rantai pasokan akan semakin berkurang sehingga akan tercapai efisiensi. Seperti tadi warung sembako berbasis online, itu juga harus diapresiasi dan kita berharap akan makin banyak yang serupa," terangnya.

Kata dia, pemerintah tengah mendorong agar e-commerce dapat menjadi instrumen pemerataan ekonomi. Walaupun sebagian besar masyarakat dapat mengadopsi digital dengan mudah, masih ada kelompok lain yang belum dapat mengakses atau memanfaatkan layanan digital.

Sebagaimana diketahui, pandemi COVID-19 yang melanda 216 negara di dunia telah memberikan tekanan pada perekonomian. Sebagai upaya penanganannya, pemerintah sudah menyiapkan dana sekitar Rp 695 triliun yang mana Rp 87,5 triliun di antaranya untuk penanganan kesehatan dan Rp 607,5 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional.

Airlangga bilang, pemerintah juga terus mengawal masa transisi PSBB menuju tatanan kenormalan baru agar penyebaran second wave tidak terjadi, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"Pemerintah mempersiapkan agar situasi new normal ini bisa dioptimalkan antara pencegahan penyebaran virus (safeguard our lives) dan penyelamatan perekonomian (safeguard our livelihoods)" katanya.

Airlangga juga menyebut para pemimpin negara di ASEAN menyepakati bahwa untuk menghentikan pandemi COVID-19 ini perlu dilakukan kerja sama untuk penemuan vaksin dan diharapkan menjadi public goods atau tersedia untuk kemanusiaan.

"Indonesia sendiri sudah mengeluarkan Super Deduction Tax 300% untuk mendorong kegiatan penemuan vaksin tersebut," pungkas Airlangga.

(prf/ega)