Bidan Reaktif Corona, Layanan Persalinan di Puskesmas Maros Terhenti

Moehammad Bakrie - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 14:53 WIB
Layanan persalinan di Puskesmas Turikale, Kabupaten Maros terhenti setelah 2 bidan dinyatakan reaktif virus Corona saat rapid test (Bakrie-detikcom).
Layanan persalinan di Puskesmas Turikale, Kabupaten Maros, terhenti setelah dua bidan dinyatakan reaktif virus Corona saat rapid test. (Bakrie/detikcom)
Maros -

Layanan persalinan di Puskesmas Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah empat hari terhenti setelah dua bidan dinyatakan reaktif virus Corona (COVID-19) saat rapid test. Pihak Puskesmas Turikale masih melakukan sterilisasi.

"Kita sementara sterilkan, kita kan tidak mau terjadi apa-apa," ujar jubir Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Maros, dr Syarifuddin, Selasa (30/6/2020).

Selain dua bidan, seorang kepala ruangan dinyatakan reaktif Corona saat rapid test. Sementara itu, tujuh petugas puskesmas tengah sakit.

"Totalnya ada sembilan orang yang sementara ini diisolasi mandiri karena ada dua orang yang reaktif dan sisanya itu memang lagi sakit biasa," katanya.

Penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif pencegahan COVID-19 di puskesmas. Terhadap warga yang ingin melahirkan di wilayah itu, petugas puskesmas mengalihkan mereka langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang atau ke puskesmas terdekat lainnya.

"Untuk sementara kita alihkan, bisa langsung ke RSUD Salewangang atau ke puskesmas terdekat lainnya. Jelasnya tidak terganggu. Kita kan juga punya bidan kelurahan yang bisa mendampingi warga kalau memang mau bersalin di fasilitas kesehatan lain," lanjutnya.

Meski pelayanan persalinan ditutup sementara, semua pelayanan di puskesmas ini masih tetap berjalan normal di poli umum hingga gigi. Semua bidan kelurahan juga masih bertugas di lapangan untuk melayani warga yang sedang hamil.

"Jadi memang hanya ruang bersalin saja yang kita tutup sementara dan kita sterilkan setiap hari. Kalau yang lain masih normal dan juga bidan di kelurahan masih tetap bekerja di lapangan," kata Kepala Puskesmas Turikale drg Jamilah.

Rencananya, dua orang bidan yang reaktif itu akan dilakukan tes swab untuk memastikan mereka terpapar atau tidak. Jika memang mereka tidak terpapar, pelayanan persalinan bisa lebih awal dibuka secara normal.

"Hari ini jadwalnya akan kita swab. Kita berharap tidak ada masalah. Kalau memang tidak (positif), kita akan buka pelayanan persalinan lebih awal dari jadwal buka 7 Juli mendatang," ujarnya.

Sejak pemberlakuan new normal, angka pasien positif di Maros terus bertambah. Jumlahnya mencapai angka 188 orang. Sebanyak 55 orang di antaranya masih dalam perawatan dan 97 orang lainnya sudah dinyatakan sembuh. Sementara itu, ada 6 orang pasien positif meninggal dunia.

(nvl/nvl)