Warga Kota Bengkulu Boleh Gelar Pesta Pernikahan, Ini Aturannya

Hery Supandi - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 21:15 WIB
Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan mengeluarkan SE tentang tata cara menggelar acara pernikahan (dok Istimewa)
Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan mengeluarkan SE tentang tata cara menggelar acara pernikahan. (dok Istimewa)
Bengkulu -

Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan mengeluarkan surat edaran (SE) yang mengatur tata cara dalam menggelar acara pesta pernikahan. Tata cara ini diatur terkait tatanan kenormalan baru kehidupan (new normal) di tengah pandemi COVID-19.

"Dalam rangka menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat mengenai pola hidup baru atau new normal maka untuk pelaksanaan kegiatan sosial dan budaya khususnya pesta pernikahan perkawinan harus memenuhi persyaratan. Itu sudah kita sampaikan dalam surat edaran," ujar Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, Senin (29/6/2020).

Aturan itu termuat dalam SE nomor 450/18/B.Kesbangpol tentang Tata Cara dalam Menggelar Acara Pesta Pernikahan. Masyarakat yang punya hajatan pesta pernikahan harus memastikan jumlah pengunjung tidak melebihi 50% dari kapasitas gedung atau tenda. Apabila pesta dilakukan di rumah harus dengan penerapan ketat di pintu masuk oleh petugas yang ditunjuk atau membatasi jam kunjungan tamu.

"Setiap orang yang melaksanakan dan menghadiri pesta pernikahan wajib memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun di depan tenda atau pintu masuk, melakukan cek suhu tubuh bagi setiap orang yang datang ke tempat pesta dengan thermo gun," jelas Helmi.

Selanjutnya menyediakan hand sanitizer di setiap ruangan atau lokasi. Orang yang mengalami gejala demam atau batuk, pilek, bersin, atau nyeri tenggorokan dan sesak napas dilarang menghadiri pesta pernikahan.

Membersihkan dan melakukan desinfeksi pada tempat kegiatan pesta sebelum acara dimulai. Yang tak kalah penting adalah menjaga jarak aman (physical distancing) paling sedikit 1 meter antarorang dan tidak bersalaman atau kontak fisik.

"Masyarakat yang mengadakan pesta membuat surat pernyataan akan mematuhi protokol kesehatan COVID-19 sebelum rekomendasi izin keramaian dikeluarkan. Kemudian disarankan untuk kegiatan konsumsi menggunakan nasi kotak atau bentuk lain yang mengurangi interaksi antara pengunjung pesta," ungkap Helmi.

Selain itu, warga diminta meniadakan kegiatan malam, seperti lomba song, main domino, dan hiburan musik pada malam hari, karena berpotensi mendatangkan banyak orang dan sulit dikendalikan. Warga diingatkan menjaga jarak aman sesuai protokol kesehatan.

(jbr/jbr)