Tahun Ajaran Baru 1,3 Miliar Murid Belajar Daring, Ini Strategi Kemendikbud

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 17:44 WIB
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril
Foto: Kemendikbud
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) meluncurkan Seri Webinar Guru Belajar yang bertajuk 'Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi' yang disiarkan langsung di kanal YouTube Ditjen GTK (Ditjen GTK Kemdikbud RI).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril mengatakan webinar ini diharapkan bisa menghidupkan ruang diskusi dan mewarnai ruang belajar para guru melalui penyesuaian sistem pendidikan di masa pandemi COVID-19.

Terlebih memasuki tahun ajaran baru, para pemangku pendidikan harus bersiap diri memberikan sistem pembelajaran yang berbeda, namun tetap tidak mengurangi mutu pendidikan yang seharusnya.

"Masa pandemi COVID-19 ini merupakan masa-masa sulit, karena berdasarkan data lebih dari 1,3 miliar murid harus belajar di rumah dan situasi sekolah atau sistem pendidikan juga harus tutup," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2020)

"Untuk itu, Seri Webinar Guru Belajar ini diselenggarakan sebagai respons Kemendikbud dalam menghadapi tantangan dan situasi yang ada. Tujuan intinya adalah untuk menghimpun semua energi positif dalam merespon tantangan sehingga kita semua secara bersama-sama mau saling memberdayakan," imbuhnya.

Iwan menekankan bahwa dalam menghadapi masa pandemi COVID-19 ini tiap pemangku pendidikan dituntut harus tetap kuat terutama pada literasi, numerasi, dan soft skill (karakter) yang akan membawa orang untuk terus maju dan berkompetisi secara global. Itu bukan hanya untuk sebagian orang, tapi untuk generasi-generasi muda yang ada di sistem pendidikan.

"Ada 3 kunci utama dalam menghadapi situasi pandemi ini. Pertama adalah kita berbagi dengan belajar, artinya kita tidak mungkin menghadapi masalah tanpa kita belajar dengan konteks yang sangat komplek kita juga harus berbagi," ucapnya.


"Kedua, gotong royong, artinya kita harus bisa menghadapi ini bersama-sama, sesuai dengan filosofi luhur bangsa Indonesia, untuk bagaimana caranya bersama-sama saling bahu-membahu dan bisa bersama-sama menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Dan Ketiga, Fokus pada murid, maksudnya adalah apapun yang kita lakukan design dari program, kebijakan di lapangan tujuannya adalah mengatasi masalah belajar yang dihadapi oleh murid," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani menuturkan menyambut tahun ajaran baru ini 4 kementerian telah mengeluarkan surat edaran yang memberikan petunjuk, larangan dan tata cara menyelenggarakan pembelajaran pada tahun ajaran yang akan datang.

Merespons hal tersebut maka Dirjen GTK memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi, berbagi, dan bergotongroyong untuk memberikan dan menjawab kebutuhan para insan pendidikan dalam segala hal yang dibutuhkan dalam persiapan menjelang pembelajaran yang akan datang.

Sebagai informasi, acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diisi oleh para pejabat dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, seperti Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani.

Selanjutnya, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Praptono, Plt. Direktur Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini , Abdoellah, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Rachmadi Widdiharto, dan Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Santi Ambarukmi.

Seri Webinar Guru Belajar ini pun akan diselenggarakan secara berkelanjutan selama satu bulan ke depan dengan menyuguhkan tema-tema dan narasumber dari kalangan guru, akademis, praktisi, unsur pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Tercatat lebih dari ribuan peserta dari kalangan guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, widyaiswara, orang tua dan para insan pendidikan mengikuti acara ini.

(mul/ega)