Pakar Gestur: Jokowi Marah dan Sedih Level E, Sangat Serius soal Reshuffle

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 15:24 WIB
Gestur dan ekspresi Presiden Jokowi (Tangkapan layar video Setpres RI/YouTube)
Gestur dan ekspresi Presiden Jokowi (Tangkapan layar video Setpres RI/YouTube)

Lantas, pada menit 02.49, Jokowi mengatakan, "Masih ada yang lihat ini." Pada saat itu, terlihat jelas Jokowi sedang menunjukkan ekspresi sangat sedih. Mata tertutup (AU 43) dan pipi naik (AU 6), hingga bibir terbuka (25B).

"Sedih level E," kata Handoko.

Jokowi sedih, menurut kacamata pakar gestur Handoko Gani (Tangkapan layar kanal YouTube Setpres RI)Jokowi sedih, menurut kacamata pakar gestur Handoko Gani (Tangkapan layar kanal YouTube Setpres RI)

Apakah kemarahan Jokowi asli?

Sebagaimana diketahui, ekspresi wajah manusia bisa dibikin. Aktor dan pemain teater sangat jago bermain peran. Namun menurut Handoko, ada aspek yang tidak bisa disembunyikan, yakni ekspresi mikro.

"Kalau orang bohong, tidak ada ekspresi mikronya sedang marah. Seorang aktor sekalipun tidak bisa memiliki ekspresi mikro marah kecuali dia betul-betul marah. Ekspresi mikro tidak bisa dibuat karena tidak disadari pemilik wajah, cepat muncul dan cepat hilang. Itu sebanyak wajah Pak Jokowi kembali normal di menit selanjutnya setelah marah," kata Handoko.

Pakar Deteksi Kebohongan (Lie Detector), Handoko Gani. (Dok Pribadi)Pakar Deteksi Kebohongan (Lie Detector), Handoko Gani. (Dok Pribadi)

Dia menjelaskan soal level-level kemarahan. Level kemarahan merentang dari A sampai E. Pada level A hingga B, tanda-tandanya hanya sedikit terlihat di wajah. Orang yang tersinggung biasa menunjukkan gejala kemarahan level A dan B.

Kemarahan level C biasanya ditandai dengan nada bicara meninggi. Manusia yang mengalami kemarahan level C sudah memasuki taraf kecewa.

Kemarahan level E adalah yang tertinggi. Semua organ tubuh mulai terorganisir. Nafas orang yang berada di kemarahan level E sudah terburu-buru, detak jantung memuncak, hingga tangan dan kaki bisa ikut bergerak.

"Kalau micro-expression-nya sudah level E, bahkan ditambah jijik dan nyinyir, itu sudah yang paling tinggi. Kasus pembunuhan disertai perkelahian awalnya, pasti levelnya sudah E seperti ini. Bukan baru tersinggung langsung nusuk orang," tutur Handoko.

Analisis LVA terhadap kemarahan Jokowi pada 18 Juni. (Dok pribadi Handoko Gani)Analisis LVA terhadap kemarahan Jokowi pada 18 Juni. (Dok pribadi Handoko Gani)


Untuk menguji keotentikan ekspresi kemarahan Jokowi, Handoko menggunakan layered voice analysis (LVA). Suara Jokowi diekstraksi olehnya. Hasilnya, Jokowi sangat menekankan makna yang dia sampaikan alias 'highly stressed'.

"Pada kalimat 'jangan memakai hal-hal standar', Pak Jokowi terlihat sangat 'highly stressed'. Ini menunjukkan bahwa beliau betul stres, yakni kecewa dan marah, pada menteri-menterinya yang melakukan hal-hal standar," kata Handoko.

Halaman

(dnu/fjp)