Cegah Corona di Lapas, Kemenkum Sementara Hanya Terima Tahanan Kasus Inkrah

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 15:08 WIB
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly
Foto: Yasonna Laoly. (Dok detikcom).
Jakarta -

Menkum HAM Yasonna Laoly mengatakan telah ada warga binaan yang terpapar virus Corona (COVID-19), salah satunya di Lapas Pondok Bambu, Jakarta. Oleh karena itu, Kemenkum HAM untuk sementara tidak menerima kiriman tahanan dari pihak kepolisian maupun kejaksaan.

"Kami mencegah, ada kerjasama dengan kepolisian, kejaksaan, dan Mahkamah Agung, bahwa sementara tahanan-tahanan ditahan tidak boleh dimasukkan ke kita," kata Yasonna dalam webinar bertajuk 'Kebijakan Pembebasan Narapidana' yang disiarkan di YouTube Mahupiki Indonesia, Senin (29/6/2020).

Yasonna mengatakan tahanan yang kasusnya belum inkrah tetap ditahan di rutan Polda maupun kejaksaan. Akan tetapi, ada persoalan lainnya ketika beberapa Kapolda menyampaikan rutan di kepolisian mengalami overkapasitas.

Namun Yasonna menegaskan pihaknya sementara ini tidak menerima kiriman tahanan kecuali yang kasusnya berkekuatan hukum tetap. Sementara itu, tahanan yang sudah berstatus inkrah sebelum masuk ke lapas juga akan menjalani rapid test.

"Sekarang ada persoalan besar, seluruh Kapolda, kejaksaan sudah merasakan tekanan. Di beberapa rutan Polda, ini sudah sangat-sangat overkapasitas, beberapa Kapolda menelepon kami untuk membuka keran memasukkan kembali ke lapas dan ini barangkali yang perlu kami sampaikan, kami mengambil kebijakan sementara yang inkrah dulu yang kita terima," jelas Yasonna.

Bagi tahanan kasus inkrah yang akan ditahan di lapas akan dilakukan protokol COVID-19. Hal itu dilakukan, kata Yasonna, agar kasus positif tidak menjadi sumber penularan di dalam lapas.

"Tentunya sebelum masuk kita melakukan protap COVID-19, dites dulu pake rapid, kalau reaktif baru kita PCR. Kemudian kita karantina di ruangan khusus di lapas kita," paparnya.

Tonton video 'Jokowi Minta Hilangkan Ego Sektoral dalam Penanganan Corona':

(yld/elz)