KPK Harap Hakim Vonis Eks Menpora Imam Nahrawi Sesuai Tuntutan Jaksa

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 10:13 WIB
Terdakwa dugaan suap dana hibah KONI, Imam Nahrawi kembali jalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor. Disana Imam terlihat mengenakan masker.
Imam Nahrawi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Terdakwa kasus korupsi dana hibah KONI, Imam Nahrawi, hari ini menghadapi sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta. KPK berharap majelis hakim memvonis mantan Menpora itu sebagaimana amar tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU).

"KPK tentu berharap majelis hakim akan mempertimbangkan seluruh fakta hukum sebagaimana uraian analisis yuridis JPU KPK dalam tuntutannya. Dan kemudian menyatakan terdakwa bersalah dengan hukuman sebagaimana amar tuntutan JPU yang sudah dibacakan dan diserahkan di persidangan," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (29/6/2020).

Diketahui, dalam kasus korupsi dana hibah KONI ini Imam Nahrawi dituntut jaksa KPK dengan hukuman 10 tahun serta pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Imam dinilai terbukti menerima suap dan gratifikasi sebagaimana dakwaan jaksa KPK.

Tidak hanya pidana dan denda yang dituntut oleh jaksa kepada Imam, dia juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 19,1 miliar dalam waktu satu bulan.

"Jika dalam waktu tersebut tidak dibayar, maka harta benda terpidana disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti, dalam hal terpidana tidak punya harta yang cukup untuk membayar uang pengganti, terdakwa dipidana penjara selama 3 tahun," turut jaksa.

Jaksa juga menuntut agar hak politik Imam dicabut selama lima tahun setelah menjalani pidana pokok. Jaksa menyebut Imam terbukti menerima suap sebesar Rp 11,5 miliar bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum. Suap itu ditujukan untuk mempercepat proses dana hibah KONI pada 2018.

Tak hanya itu, Imam juga dianggap terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp 8,64 miliar bersama Ulum yang diterima dari berbagai sumber. Ulum ditugaskan sebagai perantara antara Imam dengan pemberi gratifikasi.

Miftahul Ulum dalam kasus ini juga menjadi terdakwa. Namun Ulum lebih dahulu divonis oleh hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Ulum dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama mantan Menpora Imam Nahrawi.

Tonton juga video 'Bacakan Pleidoi, Imam Nahrawi Minta Hadirkan Barang Bukti CCTV':

(ibh/elz)