Rhoma Irama Nyanyi di Acara Khitanan, Bupati Sebut Penyelenggara Tak Taat Aturan

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 00:13 WIB
Rhoma Irama bernyanyi di acara khitanan di Bogor
Rhoma Irama tampil di acara khitanan di Kabupaten Bogor (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan pihaknya sudah bersikap tegas dan mengirimkan surat peringatan agar pedangdut Rhoma Irama tidak tampil dalam bentuk acara apapun. Ade mengatakan penyelenggara tidak taat pada aturan.

"Gugus Tugas sudah bersikap tegas dengan mengirimkan surat peringatan agar Bung Rhoma tidak tampil dan segala bentuk hiburan ditiadakan karena bisa mengundang keramaian. Namun kenyataan beberapa acara tetap digelar, tidak mengindahkan peraturan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bogor yang tertuang dalam Perbup (Peraturan Bupati) No. 35 tahun 2020," kata Ade dalam keterangannya, Minggu (28/6/2020).

Ade menilai dengan tampilnya Rhoma Irama itu memicu kerumunan masyarakat. Ade meminta agar pihak penyelenggara diproses hukum.

"Saya minta semuanya diproses hukum, tidak pandang bulu siapapun orang yang melanggar aturan, jangan sampai Kabupaten Bogor menjadi epicentrum COVID-19 karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Sementara, Kapolsek Cibungbulang Kompol Ade Yusuf mengatakan Rhoma Irama datang sebagai tamu undangan. Rhoma pun diminta menyumbangkan lagu.

"Bukan konser, ya. Jadi beliau itu datang ke undangan. Karena yang hajat itu sahabatnya. (Rhoma Irama) datang ke sini, yang namanya teman, yang namanya sahabat, datang ke undangan, ada musik, nyumbang lah dia lagu," kata Kompol Ade, ketika dihubungi.

Ade Yusuf menjelaskan pemilik acara tidak mengeluarkan izin keramaian atas acara tersebut. Terkait sanksi, pihaknya menyerahkan kepada gugus tugas Kabupaten Bogor.

"Oh nggak ada izin ya dari saya, dari siapapun, nggak ada izin. Nggak (menyelenggarakan acara) diam-diam ya. Mereka (pemilik acara yang mengundang Rhoma Irama) kan sebelumnya juga mau mengadakan, tapi sama kita dilarang kemarin sama gugus tugas itu. Dengan gugus tugas sudah dilarang ya, kemudian ada pencabutan maklumat (larangan berkerumun) dari Kapolri itu, sama pernyataan dari Gubernur itu bahwa, apa namanya, yang namanya acara nikahan (atau kegiatan lain) itu dibolehkan tapi dengan mengikuti prosedur protokol kesehatan," ujarnya.

"Dari gugus tugas ya (sanksinya), bukan dari kami (polisi). Gugus tugas kan sudah disampaikan ya, tempo hari juga (tentang penolakan acara Rhoma Irama)," sambung Ade Yusuf.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial saat pedangdut Rhoma Irama tengah bernyanyi menghibur masyarakat di Pamijahan, Kabupaten Bogor. Pihak Kecamatan Pamijahan menyebut bahwa Rhoma Irama bernyanyi bukan dalam rangka menggelar konser.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Pamijahan, Hari Prihartono mengatakan Rhoma Irama menjadi tamu undangan dalam acara khitanan. Dia menyebut bahwa Rhoma Irama saat itu diminta untuk menyanyikan sebuah lagu oleh pemilik acara.

"Jadi bukan konser, dia (Rhoma Irama) hadir sebagai tamu undangan. Iya, karena kan kalau misalkan kita artis ni diundang sama pemilik acara pasti kita juga minta 'Kang, ambil atuh kang bawakeun hiji dua lagu mah' (Kang, bawakan 1-2 lagu dong), gitu," kata Hari, ketika dihubungi, Minggu (28/6/2020).

(eva/eva)