Komplotan Perampok Jawa-Bali Didor Aparat Polres Jakbar
Selasa, 27 Des 2005 18:02 WIB
Jakarta - Komplotan perampok kakap yang biasa nyatroni toko emas dan rumah-rumah di berbagai daerah akhirnya berhasil digulung. Aparat sempat melepaskan tembakan untuk melumpuhkan dua anggota komplotan itu.Aparat berhasil menangkap tiga dari tujuh anggota komplotan itu, yakni Joni (36), Sobirin (41), dan Rudi (31). Joni dan Sobirin mengalami luka tembak di kaki karena berusaha melawan. Ketiganya kini mendekam di tahanan Polres Jakarta Barat, Jalan S Parman.Menurut Kapolres Jakbar Kombes Pol Safaruddin kepada wartawan di kantornya, Selasa (27/12/2005), komplotan ini ditangkap Senin malam.Sebelum penangkapan, Satuan Kriminal Umum, Kejahatan dan Kekerasan Polres Jakbar melakukan penyelidikan secara intensif. Ditelah dirasa cukup, target lalu dibekuk di rumah kontrakannya di daerah Taman Kota Condet."Mereka sempat melawan dengan menggunakan senjata api, sehingga aparat terpaksa melumpuhkan dengan tembakan," ungkap Safaruddin.Rencananya, Polres Jakbar akan mengembangkan kasus ini lewat koordinasi dengan Polres dan Polda di mana komplotan ini pernah beraksi.Sebab wilayah aksi mereka cukup luas yang meliputi Subang, Karawang, Pasar Minggu, Surabaya, Tuban, Cirebon, Cianjur, Slawi, Bali, dan Bandung.Sasaran mereka biasanya toko-toko emas dan rumah-rumah yang sudah diamati sebelumnya. Dalam aksinya mereka sering kali melakukan kekerasan terhadap korbannya. Terakhir kali mereka beraksi di Tuban, Jatim, tepatnya dua minggu lalu. Mereka menjarah 5 kg emas dari sebuah toko emas di kawasan itu.Komplotan ini menamakan dirinya Kelompok Jawa-Bali. Dalam aksinya mereka selalu bersenjatakan obeng, linggis, tang pisau, dan senjata api. Mereka menjuluki perlengkapan operasional mereka sebagai 'lipstik'.Saat beroperasi, modus mereka menggunakan mobil rental. Nopol mobil sewaan itu lalu mereka ganti dengan nomor plat palsu. Selain menahan tiga anggotanya, polisi juga menyita 7 clurit, 3 golok, 2 senjata api FN dan Colt, serta puluhan butir peluru.Meski berbekal senjata api, Safaruddin mengatakan, pihaknya belum bisa membuktikan apakah mereka ada kaitannya dengan beberapa kasus perampokan bank yang terjadi akhir-akhir ini di Jakarta.
(umi/)











































