Pemuda yang Tewas Bersimbah Darah di Palopo Ditebas Kawan Sendiri

Hermawan Mappiwali - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 21:23 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Palopo -

Seorang pemuda, Imam Gazali (20), ditemukan tewas bersimbah darah di Palopo, Sulawesi Selatan. Imam ternyata tewas ditebas karena jadi korban salah sasaran oleh pelaku Fernando alias Nando (26).

"Itu mi dibilang salah sasaran itu. Nakira ini korban lawannya, ternyata temannya sendiri," ujar Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Andi Aris Abu Bakar saat dihubungi detikcom, Sabtu (27/6/2020) malam.

Aris menjelaskan kelompok korban dan pelaku adalah kelompok Jalan Batara, yang akhir-akhir ini kerap saling memprovokasi saling serang dengan kelompok pemuda Jalan Rusa, Kota Palopo. Jarak lokasi di antara kedua kelompok ini hanya 500 meter alias cukup dekat.

Korban ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah di jembatan Lavender, Jalan Veteran, Palopo, sekitar pukul 01.00 Wita. Kelompok korban mengira korban ditebas kelompok Jalan Rusa (lawan), ternyata polisi mengungkap bahwa pelaku adalah rekan korban sendiri.

"Jadi dia kira lawannya itu di atas jembatan, pas sudah natebas, ternyata temannya," sebut Aris.

Sebelum ditemukan tewas, korban Imam dan seorang rekannya, Ari (17), sempat diburu oleh dua orang pria bermotor saat pergi membeli rokok. Lalu korban Imam turun di jembatan Lavender, kemudian Ari kembali meminta bantuan di area Jalan Batara, tempat rekan-rekannya berkumpul.

Menurut Aris, pria bermotor itu adalah Nando dan P, yang mengira korban adalah lawan. Saat melihat korban di atas jembatan, lelaki P lantas bergulat dengan korban, sementara Nando nekat menebas korban.

"Kan malam ini, gelap, dia kira lawannya. Itulah saya bilang, ironis juga kasus ini," terang Aris.

Sebelumnya diberitakan, pelaku Nando diamankan polisi di rumahnya, Jalan Batara, Kota Palopo, sekitar pukul 14.00 Wita. Kepada polisi, Nando mengakui aksinya menebas korban.

"Pelaku mengakui perbuatannya, yaitu melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan sebilah parang yang mengenai bagian belakang korban," ujar Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas saat dimintai konfirmasi terpisah.

Menurut Alfian, pelaku menebas korban yang sedang bergulat dengan rekan pelaku, P. Atas aksinya itu, korban menderita luka sedalam 20 sentimeter.

"Pelaku memakai sebilah parang Malaysia yang berukuran 80 sentimeter. Pelaku ini menganiaya korban karena pelaku melihat temannya, yaitu lelaki P, sedang bergulat dengan korban," terang Alfian.

(maa/maa)