Tambang Batu Bara Ilegal di Bukit Soeharto Kaltim Digerebek, 1 Jadi Tersangka

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 17:43 WIB
Penambangan batu bara ilegal di kawasan Tahura Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, digagalkan pihak terkait. Sejumlah orang ditangkap.
Penambangan batu bara ilegal di kawasan Tahura Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, digagalkan pihak terkait. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menghentikan penambangan batu bara ilegal di kawasan Tahura Bukit Soeharto, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). Seorang penanggung jawab penambangan ilegal tersebut ditetapkan sebagai tersangka.

Penambangan ilegal tersebut digerebek pada Selasa (23/6) malam. Dua unit ekskavator, 5 kg contoh batu bara, 3 orang operator ekskavator, 1 orang penjaga malam (wakar), dan 1 orang penanggung jawab penambangan ilegal di lapangan diamankan.

"Penyidik menetapkan ZK (52), penanggung jawab kegiatan lapangan, sebagai tersangka. ZK dititipkan di Rumah Tahanan Polresta Samarinda. Semua barang bukti, 2 unit ekskavator dan contoh batu bara sebanyak 5 kg, diamankan di Kantor Balai Gakkum Wilayah Kalimantan, di Samarinda," kata rilis resmi dari KLHK pada (27/6/2020).


Tersangka ZK akan dijerat dengan Pasal 17 Ayat 1 Huruf a dan/atau Huruf b juncto dan Pasal 89 Ayat 1 Huruf a dan/atau Huruf b dalam Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Dia juga terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Selanjutnya
Halaman
1 2