Kisah John Kei Religius Sebelum Kembali Jadi Tersangka-Terancam Hukuman Mati

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 16:23 WIB
Polisi Gelar Jumpa Pers Terkait Penembakan di Green Lake, John Kei Dipamerkan
Penampakan John Kei berbaju tahanan (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

John Kei dan puluhan anak buahnya terancam hukuman mati dalam insiden penyerangan di Perumahan Green Lake City, Tangerang, dan Duri Kosambi, Jakarta Barat. Putri sulungnya, Melan Refra, kaget sekaligus sedih tidak menduga ayahnya jadi tersangka. Menurutnya, sang ayah makin religius saat mendapat pembebasan bersyarat. Benarkah?

Cerita itu diungkap anak John Kei, Melan, saat menjenguk ayahnya di Polda Metro Jaya, Jumat (26/6) malam. Dia sekaligus meminta maaf kepada pemerintah dan masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan ayahnya.

Melan juga mengungkap rasa sedihnya. Sebab, ia menaruh harapan besar bahwa sang ayah akan berubah setelah keluar dari LP Nusakambangan. Menurutnya, John Kei sudah banyak berubah setelah keluar dari Nusakambangan itu.

Melan Refra membesuk John KeiMelan Refra membesuk John Kei. (Farih Maulana/detikcom)

"Saya merasakan, dari Nusakambangan terus sampai rumah, Papah itu berubah dari kehidupan yang lama. Jadi semua itu saya rasakan dimulai dari saat di rumah," katanya.

Perubahan dalam kehidupan spiritual John Kei juga dirasakan Melan. Menurutnya, sang ayah mengajak keluarganya aktif dalam pelayanan di gereja setelah keluar dari LP Nusakambangan.

John Kei dan para napi ibadah perayaan Natal di gereja Lapas Permisan, Nusakambangan, Cilacap.John Kei dan para napi ibadah perayaan Natal di gereja Lapas Permisan, Nusakambangan, Cilacap. (Arbi Anugrah/detikcom)

Tonton juga 'Saksi Mata: Aksi Brutal John Kei Cs':

[Gambas:Video 20detik]

"Sekarang di mana-mana dimulai dari doa, mau ngapain pun harus doa, mau larut malam kumpul di rumah kita kumpul sama-sama berdoa. Sampai akhirnya saya merasa Papah mengajak kami sekeluarga ikut pelayanan sama Papah dari gereja ke gereja," katanya.

Kini Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkum HAM akan melakukan sidang atas usul pencabutan status pembebasan bersyarat (PB) John Refra alias John Kei karena dinilai melanggar aturan, apalagi sampai berstatus tersangka. Publik pun bertanya-tanya kenapa sebelumnya John Kei bisa dapat status bebas bersyarat.

John Kei diketahui mendapat bebas bersyarat dari Menkum HAM Yasonna Laoly pada 26 Desember 2019 atas kasus pembunuhan pengusaha Tan Hari Tantono alias Ayung. Selama menjalani masa pidana, John Kei mendapat total remisi 36 bulan 30 hari dan bisa bebas pada 31 Maret 2025.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkum HAM pun memberi penjelasan kenapa John Kei bisa bebas bersyarat. John Kei selama menjalani masa pidana di LP Nusakambangan dinilai berkelakuan baik seperti membatik dan aktif di gereja.

Selanjutnya
Halaman
1 2