117 UMKM Se-Indonesia Dapat Pelatihan Strategi Manajemen

Moch Prima Fauzi - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 14:59 WIB
Terdampak Corona, UMKM Dapat Pelatihan Digital dari BUMN
Ilustrasi UMKM/Foto: Dok. Surveyor Indonesia
Jakarta -

Sebanyak 117 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Indonesia, mendapatkan pelatihan Bisnis Model Canvas yang diselenggarakan Pertamina bersama Rumah Kreatif BUMN (RKB) Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Pelatihan dilakukan secara online dengan trainer Dian Pratiwi, Dosen Muda Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau.

Bisnis Model Canvas (BMC) merupakan alat dalam strategi manajemen untuk menerjemahkan konsep, konsumen, infastruktur, maupun keuangan perusahaan dalam bentuk elemen-elemen visual. Konsep BMC ini mengandalkan gambar-gambar ide sehingga setiap orang memiliki pemahaman yang sama dan riil terhadap ide-ide konsumen mereka, pengeluaran biaya, cara kerja usahanya, dan lainnya.

Model bisnis ini mudah dibuat oleh para pengusaha UMKM karena cenderung lebih dekat dengan pelanggan, mengetahui siapa pelanggan, dan bagaimana menjaga hubungan dengan pelanggan dengan diimbangi penjagaan proporsi nilai produk/jasa yang ditawarkan.

"Beberapa masalah yang ditemui oleh UMKM, seperti cara mengatur keuangan, mengatur pemasaran, mendistribusikan barang, menentukan target pasar, dan mendapatkan pelanggan dapat diminimalisir dengan pembuatan BMC," ujar Dian dalam keterangan tertulis Sabtu (27/6/2020).

"UMKM bisa memanfaatkan BMC untuk bertahan, karena bisa membuat pelaku UMKM dapat menangkap peluang bisnis yang dapat diambil, sepert salon kecantikan yang berubah menjadi usaha retail penjual produk kecantikan dan usaha-usaha lainnya," tambahnya.

Banyak dari peserta pelatihan online ini antusias dan mengapresiasi. "Kami sangat berterima kasih karena dari pelatihan ini kami bisa memikirkan langkah apa yang akan di ambil dalam keadaan seperti ini," ujar Sri Ratna dari Ogan Ilir.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan pelatihan secara online menjadi model baru dalam upaya meningkatkan kemampuan bisnis pelaku UMKM. Ia melihat tren ke depan aktivitas pemberdayaan UMKM dilakukan secara online, sehingga lebih banyak peserta yang bisa ikut tanpa dibatasi wilayah.

"Dalam kondisi pandemi saat ini, UMKM sangat diandalkan, karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat. UMKM juga tidak bergantung pada barang impor melainkan memanfaatkan sumber daya lokal dan beberapa UMKM tidak bertumpu dengan pendanaan dari bank," ujar Fajriyah.

(prf/ega)