Masih Ada Jemaah Salat di Jalan, Kepala Masjid Nurul Islam Koja: Kami Evaluasi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 16:16 WIB
Kepala Masjid Nurul Islam Harijanto
Kepala Masjid Nurul Islam Harijanto (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Masjid Nurul Islam di Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, telah melaksanakan salat Jumat dua gelombang. Namun masih ada jemaah yang melaksanakan salat di jalan. Pengurus Masjid pun mengatakan akan memperketat aturan agar tidak ada warga yang salat di jalan.

Pantauan detikcom pada Jumat (26/6/2020), jemaah mulai memadati jalanan depan TK Nurul Islam, yang lokasinya hanya berjarak 15 meter dari masjid semenjak bagian dalam masjid sudah dipenuhi jemaah. Mereka memaksakan diri salat di tengah jalan agar mendapatkan salat gelombang pertama.

Atas hal ini, Kepala Masjid Nurul Islam Harijanto menegaskan salat di jalan tidaklah sah. Karena itu, ke depannya, pihak masjid akan melakukan evaluasi.

"Dengan adanya ini, kita perlu evaluasi. Kalau salat di jalan, yang pertama, tempatnya belum tentu suci karena sehari-hari di sana itu buat lalu lintas kucing. Kucing itu buang kotoran itu ada sekitar sana. Terus yang kedua, arah kiblatnya, saya yakin tidak akan serong seperti di masjid. Pasti lurus dengan jalan. Terus kemudian jaraknya, jarak dengan jamaah di dalam masjid itu sudah berjauhan, jadi tidak beraturan, tidak tertib safnya. Nah, itulah yang akan mempengaruhi sahnya salat," kata Harijanto kepada detikcom, Jumat (26/6/2020).

Sejauh ini, pengurus masjid sudah mengimbau jemaah agar tidak salat di jalan melalui pengeras suara masjid. Peringatan ini dikumandangkan sebelum pelaksanaan salat Jumat gelombang pertama.

"Kita mengimbau sebelum salat Jumat dimulai kita sudah peringatkan sebelum mereka menduduki tempat jalan itu, kita ingatkan jangan di jalan, masuk masjid, ada dua gelombang. Itu tidak sah karena itu memang jauh daripada saf yang sudah ditetapkan," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2