Kasus Penyiraman Air Keras di Palembang, Pengacara: Vonis Irawan Belum Inkrah

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 16:16 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi pengadilan/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Warga Kota Palembang, Ahmad Irawan (46) dituntut 10 tahun penjara dan dijatuhi hukuman 8 tahun penjara terkait penyiraman air keras ke M Rifai. Pengacara Irawan, Radiansyah menegaskan hukuman ke kliennya belum berkekuatan hukum tetap.

"Sampai saat ini, putusan terhadap klien kami belum berkekuatan hukum tetap (inkrah van gewijsde)," ujar Radiansyah saat berbincang dengan detikcom, Jumat (26/6/2020).

Sebab, putusan terhadap Irawan baru diketok oleh Pengadilan Negeri (PN) Palembang dan dikuatkan di tingkat banding. Ahmad Irawan saat ini sedang mengajukan proses kasasi.

"Saat ini perkara tersebut sedang dalam proses kasasi di Mahkamah Agung," ujar Radiansyah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus bermula saat Irawan menyuruh temannya, Medy dan Ilham untuk menyiramkan air keras itu ke tubuh Rifai pada Desember 2018. Medi dan Ilham kemudian naik motor dan menutup mukanya dengan sabo. Keduanya menghampiri Rifai yang sedang duduk-duduk di depan minimarket dan menyiramkan air keras ke muka Rifai.

Aparat kemudin menangkap Irawan, Medy dan Ilham. Ketiganya diadili dalam berkas terpisah.

Pada 9 September 2019, jaksa menuntut Irawan untuk dipenjara selama 10 tahun. PN Palembang menjatuhkan hukuman 2 tahun lebih ringan yaitu selama 8 tahun penjara. Adapun Medi dan Ilham dihukum 5 tahun penjara, sesuai tuntutan jaksa.

Tonton juga video 'Nilai Proses Sidang Janggal, Novel: Tak Ada Harapan':

(asp/fjp)