PPDB DKI Jakarta 2020, Beda Jalur Zonasi dengan Prestasi Akademik

Puti Yasmin - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 14:37 WIB
Mendapatkan keluhan terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana tinjau sejumlah sekolah SMP, salah satunya SMPN 2 Bandung.
Foto: Wisma Putra/Ilustrasi PPDB DKI Jakarta 2020, Beda Jalur Zonasi dengan Prestasi Akademik
Jakarta -

Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB DKI Jakarta resmi dibuka pada 11 Juni kemarin. Seluruh proses pendaftaran PPDB DKI dilakukan secara online melalui situs ppdb.jakarta.go.id. Adapun, ada lima tahapan yang harus dilakukan prapendaftaran, pengajuan cetak PIN/Token, Aktivasi PIN/token, pendaftaran, dan lapor diri.

Saat ini, PPDB DKI Jakarta sedang masuk dalam masa pendaftaran dan pemilihan sekolah untuk jalur zonasi. Sepekan kemudian akan dilanjutkan pendaftaran untuk jalur prestasi akademik. Proses pendaftaran jalur zonasi dan prestasi akademik ini berbeda. Seperti apa perbedaannya?

1. Jalur Zonasi

Pendaftaran PPDB Jakarta 2020 jalur zonasi untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK dibuka pada tanggal 25-27 Juni 2020. Khusus untuk tanggal 27 Juni hanya berlangsung sampai pukul 15.00 WIB.

Selanjutnya, proses seleksi dilakukan bersamaan dengan pendaftaran, yakni pada 25-27 Juni. Pengumuman penerimaan dilangsungkan pada tanggal 27 Juni pukul 17.00 WIB serta lapor diri dimulai pada tanggal 29-30 Juni 2020. Khusus tanggal 30 Juni sampai pukul 14.00 WIB.

Khusus untuk PPDB SD, ada jalur zonasi berbasis provinsi dan luar DKI Jakarta yang masa pendaftaran atau pemilihan sekolahnya dibuka mulai 1-3 Juli 2020. Khusus untuk tanggal 3 Juli dibuka sampai pukul 15.00 WIB.

Proses seleksinya pun dilakukan bersamaan dengan masa pendaftaran. Pengumuman digelar pada 3 Juli 2020 pukul 17.00 WIB. Lapor diri dimulai pada tanggal 4 Juli 2020 dilanjutkan 6 Juli 2020 sampai pukul 14.00 WIB. Seluruh proses pendaftaran sampai lapor diri untuk jalur zonasi dilakukan secara daring/online.

Sebagai catatan, jika ternyata jumlah calon peserta didik baru yang mendaftar dalam PPDB Jakarta 2020 jalur zonasi telah melebihi daya tampung, maka seleksi akan dilakukan berdasarkan:

-usia tertua ke termuda
-urutan pilihan sekolah
-waktu mendaftar

2. Jalur Prestasi Akademik dan Luar DKI Jakarta

PPDB jalur prestasi akademik dan luar DKI Jakarta dilaksanakan pada jenjang SMP, SMA, dan SMK.

Untuk jalur prestasi akademik dan luar DKI Jakarta, kegiatan pendaftaran, verifikasi dokumen, dan pemilihan sekolah berlangsung tanggal 1-3 Juli 2020. Tanggal 1 dan 2 Juli dimulai pukul 08.00-16.00 WIB. Sementara tanggal 3 Juli dari pukul 08.00-15.00 WIB.

Selanjutnya, proses seleksi dilakukan bersamaan dengan proses pendaftaran. Pengumumannya dilakukan pada tanggal 3 Juli pada pukul 17.00 WIB. Tahap terakhir adalah lapor diri yang dilakukan pada tanggal 4 Juli dan 6 Juli 2020 sampai pukul 14.00 WIB

Bila pendaftar telah melebihi kapasitas, maka proses pendaftaran PPDB DKI 2020 jalur prestasi akademik akan dilakukan berdasarkan:

-perkalian nilai rerata rapor dengan nilai akreditasi
-urutan pilihan sekolah
-usia dengan urutan usia tertua ke termuda
-waktu mendaftar

Adapun, untuk PPDB SMP nilai rerata rapor yang sudah divalidasi, yakni diambil dari rapor kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester 1 SD (5 semester) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).

Kemudian, untuk PPDB SMA dan SMK, nilai rerata rapor yang divalidasi, yaitu nilai dari rapor kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 semester 1 SMP (5 semester) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Contoh kasus untuk jalur prestasi akademik :

1. Peserta A memiliki nilai rapor 88,00 dan akreditasi sekolahnya 93. Jika dikalikan skor A sebesar 8.184. Sementara peserta B nilai rapor 88,00 dan akreditasi sekolah 94. Kalau dikalikan skor B sebesar 8.272. Maka yang lebih tinggi peringkatnya adalah peserta B.

2. Peserta A memiliki nilai rapor 82,00 dan akreditasi sekolahnya 90. Jika dikalikan skor A sebesar 7.380. Sementara peserta B nilai rapor 78,00 dan akreditasi sekolah 95. Kalau dikalikan skor B sebesar 7.410. Maka yang lebih tinggi peringkatnya adalah peserta B.

3. Peserta A memiliki nilai rapor 92,00 dan akreditasi sekolahnya 94. Jika dikalikan skor A sebesar 8648. Sementara peserta B nilai rapor 93,00 dan akreditasi sekolah 93. Kalau dikalikan skor B sebesar 8.649. Maka yang lebih tinggi peringkatnya adalah peserta B.

4. Peserta A memiliki nilai rapor 78,00 dan akreditasi sekolahnya 96. Namun sekolah yang dituju peserta A merupakan pilihan 2. Sementara peserta B nilai rapor 78,00 dan akreditasi sekolah 96. Hanya saja sekolah yang dituju pilihan 1. Skor perkalian A dan B sama. Namun peringkat yang lebih tinggi adalah peserta B, karena pilihan sekolahnya lebih tinggi.

5. Peserta A memiliki nilai rapor 78,00, akreditasi sekolahnya 96, sekolah yang dituju pilihan 1. Si A lahir pada 1 Januari 2004. Sementara peserta B punya nilai rapor, akreditasi sekolah yang sama dengan peserta A. Sekolah yang dituju peserta B juga pilihan 1. Hanya saja peserta B lahir pada 31 Desember 2003. Maka yang lebih tinggi peringkatnya peserta B, karena usianya lebih tua.

Di dalam PPDB DKI Jakarta 2020 kuota untuk jalur prestasi akademik dan luar DKI ini sebesar 20 persen dari daya tampung kedua untuk jenjang SMP dan SMA dan 50 persen dari daya tampung kedua untuk jenjang SMK bagi yang memiliki Kartu Keluarga DKI Jakarta. Sementara KK luar DKI Jakarta adalah 5 persen dari daya tampung kedua untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK.

Tonton video 'Disdik DKI: Calon Pelajar SMA Usia 15-16 Tahun Banyak Diterima Jalur Zonasi':

Selamat mencoba PPDB DKI Jakarta 2020!

(pay/erd)