Kepala Masjid Nurul Islam Koja: Salat di Jalan Itu Tidak Sah

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 12:13 WIB
Kepala Masjid Nurul Islam Harijanto.
Foto: Kepala Masjid Nurul Islam Harijanto (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Masih ada jemaah Masjid Nurul Islam di Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, yang menunaikan salat Jumat di jalan. Kepala Masjid Nurul Islam Harijanto menegaskan salat di jalan tidak lah sah.

"Bahkan, menurut informasi yang ada, gelombang pertama itu sudah meluap sampai jalan, di jalan sana. Itu kan tidak sah. Kita ada jeda 15 meter dari masjid, di jalan raya itu dipakai untuk salat Jumat," kata Harijanto kepada detikcom, Jumat (26/6/2020). Harijanto mengungkapkan informasi yang diterima pengelola masjid bahwa ada jemaah salat Jumat gelombang pertama pada pekan sebelumnya yang salat di jalan.


Para Jemaah yang salat di luar masjid, kata Harijanto, mengikuti salat Jumat melalui speaker masjid. Dia menyebut pihak masjid sudah menerangkan bahwa salat di jalan tidak lah sah, namun masih ada jemaah yang salat di jalan.

"Imamnya ngikutin sini, pakai itu loudspeaker di sini, speaker-nya kan di luar," sebut Harijanto.

"Masjid sini tapi dia makmumnya di jalan samping ini. Di jalan samping masjid ini. Nah itu kan nggak boleh. Walaupun saya sudah umumkan juga bahwa salat di jalan itu tidak sah," sambungnya.


Harijanto menjelaskan, sejak pekan pertama penyelenggaraan salat Jumat pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi banyak warga yang salat di jalan. Informasi itu diterima pengelola masjid dari ibu-ibu.

"Setiap penyelenggaraan salat Jumat itu begitu. Jadi mereka salatnya di jalan. Yang tahu tuh ibu-ibu (sekitar) kita yang panitia nggak ngerti, ibu-ibu yang laporan," terangnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2