Round-Up

Kasus Corona Tinggi, Pj Wali Kota Makassar Usia Sebulan Sudah Diganti

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 07:44 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah melantik Pj Wali Kota Makassar yang baru, Yusran Yusuf.
Foto: Momen Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah melantik Pj Wali Kota Makassar yang baru, Yusran Yusuf. (Istimewa)
Makassar -

Kasus Corona di Makassar, Sulawesi Selatan, masih tinggi. Buntutnya, Penjabat (Pj) Wali Kota (Walkot) Makassar Yusran Jusuf yang baru sebulan menjabat diganti.

Dalam penanganan kasus Corona, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mengatakan, Makassar salah satu kota yang jadi perhatian. Lantaran kasus Corona masih tinggi, maka menurutnya, Wali Kota harus diganti.

"Yang pasti Makassar ini menjadi perhatian kita (dalam penanganan Corona), makanya Wali Kota nya ini harus kita change (ganti), makanya harus kita ganti," kata Nurdin di Makassar, Rabu (24/6).

Yusran dilantik di gedung Balai Kota Makassar, pada Rabu (13/5) oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah. Sebelum dilantik, Yusran menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel yang juga Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Yusran dilantik menjadi Pj Wali Kota menggantikan Iqbal Suhaeb.


Nurdin lantas menyinggung lomba video inovasi dalam menghadapi tatanan kenormalan baru (new normal) untuk pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

"Dia kan nggak jalankan, coba kalau dia jalankan, coba misalnya kita lombakan (di Makassar), Sulsel dapat berapa, 5 miliar loh dengan inovasi kita. Kita mau lombakan juga di sini tingkat RT/RW. Nah siapa yang berhasil merubah zona merah ke zona hijau RT/RW nya itu akan kita kasih reward," imbuhnya.

Nurdin berharap penanganan Corona di Kota Makassar dilakukan dengan lebih terukur. Apalagi, Kota Makassar menjadi satu-satunya wilayah di Sulsel yang paling tinggi jumlah kasus Corona.

Nurdin menilai, untuk meredam kasus Corona di Makassar membutuhkan pemimpin yang kuat atau strong leader. Nurdin ingin Pj Wali Kota yang baru nantinya melakukan langkah-langkah yang lebih terukur.

"Sementara kita kan tidak memproteksi bahwa orang Makassar ini jangan dulu ke mana-mana, atau kah semua pintu-pintu keluar kita awasi dengan baik dan dengan ketat, semua orang-orang yang bermasalah termasuk yang tanpa gejala, orang dalam pengawasan ini tidak boleh ke mana-mana, biar dia menyelesaikan isolasinya dulu di sini," jelasnya, Kamis (25/6).


Nurdin juga menyinggung komunikasi dan koordinasi yang dilakukan Yusran dalam menangani pandemi virus Corona (COVID-19). Dia mengaku terus memantau perkembangan penanganan Corona di Kota Makassar hari per hari.

"Jadi bukan soal ada masalah, nggak ada, cuma ini betul-betul soal pandemi COVID-19 yang membutuhkan pemimpin yang punya kekuatan yang kuat," tegasnya.

Tonton video 'Kasus Corona Masih Tinggi, Alasan Pj Walkot Makassar Dicopot':

Selanjutnya
Halaman
1 2