Round-Up

Vonis 12 Tahun Penjara untuk Abu Rara

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 05:58 WIB
Sidang vonis Abu Rara (Foto: Zunita/detikcom)
Foto: Sidang vonis Abu Rara (Foto: Zunita/detikcom)

"Saya minta untuk yang mulia yang mutusin perkara Pak Samsudin. Hukumannya diringankan, dan minta keadilan yang seadil-adilnya," sambung pengacara Samsudin, Kamsi.

Pengacara ketiga terdakwa, Kamsi, mengatakan Abu Rara tidak pernah melakukan tindakan terorisme dan pemufakatan jahat. Dia menyebut Abu Rara dan Fitria hanya melakukan penganiayaan kriminal umum, bukan tindakan teror.

"Pada intinya terdakwa Syahrial tidak pernah melakukan permufakatan jahat dengan temannya (Samsudin), tapi mandiri. Jadi tidak masuk jaringan teroris tapi masuk dalam Pasal 351 tentang penganiayaan," kata Kamsi usai persidangan.

Menurutnya, alasan Abu Rara menusuk Wiranto karena dendam terhadap pemerintah. Dia dendam rumahnya pernah digusur dan dibangun jalan.

"Jadi tidak ada unsur kesengajaan, tapi kebetulan ada pejabat di situ karena dendam akhirnya Syahrial langsung menusuk Pak Wiranto. Syahrial itu rumahnya pernah di kena jalan," katanya.

Kamsi menyebut Samsudin juga tidak ada hubungannya di perkara ini. Menurut Kamsi, Samsudin tidak mengetahui rencana Abu Rara dan istri menusuk Wiranto.

"Samsudin hanya teman carikan kosan di Menes, Jawa Barat, setelah itu Samsudin kerja di Manado. Ya karena sebulan kerja di Manado (tidak tahu rencana penusukan), tahu itu setelah sebulan kemudian ada kejadian, Samsudin itu lihat di media Syahrial tusuk Wiranto," jelasnya.

Ilustrasi teroris (insert) (Luthfy Syahban/detikcom)Foto: Ilustrasi teroris (Luthfy Syahban/detikcom)

Didakwa Lakukan Teror dengan Pemufakatan Jahat

Syahrial Alamsyah alias Abu Rara didakwa melakukan teror dengan pemufakatan jahat dan merencanakan sejumlah teror. Perbuatan Abu Rara dinilai menimbulkan suasana teror dan rasa takut di masyarakat.

Sidang pembacaan dakwaan digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (9/4/2020). Terdakwa hadir dalam video conference di rutan.

"Terdakwa bersama-sama saksi Fitria Diana alias Fitria Adriana melakukan pemufakatan jahat, persiapan, percobaan atau pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan bermaksud untuk menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas, menimbulkan korban yang bersifat massal dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan melibatkan anak," ujar jaksa Herry.

Dalam surat dakwaan, jaksa mengungkapkan Abu Rara salah satu pengikut ISIS yang telah berbaiat kepada pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi. Karena telah berbaiat, Abu Rara berjanji akan melaksanakan amaliyah di Indonesia.

"Bahwa tekad terdakwa untuk amaliyah jihad memerangi thogut maupun anshor thogut baik menggunakan peledak bom, senjata api, ataupun senjata tajam, kapan pun dan dimanapun selama ada kesempatan, telah tertanam di hati terdakwa sejak mengikuti kajian di grup medsos serta video dan foto perjuangan kaum muslimin di Suriah maupun ceramah-ceramah Abu Bakar Baasyir dan Aman Abdurrahman," kata jaksa.

Jaksa mengatakan Abu Rara sudah menyiapkan diri untuk melakukan tindakan teror dengan berlatih fisik. Abu Rara juga disebut jaksa memiliki peralatan senjata tajam lengkap seperti pisau kunai dan pisau kartu yang didapat secara online.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6 7