Wali Murid soal PPDB DKI: Siswa Kalah dengan yang Tua, Bukan yang Berprestasi

Rahel Narda - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 21:50 WIB
Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan aturan penerimaan sekolah berdasarkan zonasi yang mengacu pada usia siswa. Aturan ini menuai sejumlah protes warga.
Foto: Protes PPDB DKI Jakarta (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Persyaratan usia di jalur penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta menuai protes di kalangan orang tua murid. Salah seorang wali murid mengatakan sistem PPDB DKI saat ini tidak menghargai siswa yang berprestasi.

Wali murid bernama Satrio (31) mengatakan adiknya yang berumur 15 tahun 3 bulan gagal diterima di sekolah tujuannya karena faktor usia. Dia menjelaskan, siswa yang menempati urutan pertama di sekolah tersebut telah berusia lebih 17 tahun, namun dengan nilai yang lebih rendah dari nilai adiknya.

"Dia (adik Satrio) umurnya 15 tahun 3 bulan. Itu yang di ranking satu itu (umurnya) 17 tahun. Yang ranking paling bawah itu 15 tahun 4 bulan. Jadi adek saya udah kebuang. Beda sebulan. Tapi kalau dilihat-lihat. Kan bisa dilihat nilai-nilainya. Nilai-nilainya tuh lebih tinggi adek saya. Bahkan ranking 1 nya aja lebih rendah nilainya daripada yang itu," kata Satrio saat dihubungi pada Kamis (25/6/2020).

Satrio mengaku kaget saat mengetahui PPDB tahun ini mengutamakan siswa dengan usia yang lebih tua. Baginya, nilai tidak dihargai dalam PPDB DKI 2020.

"Iya yang ranking satu itu cuma umur saja. Saya ngerasa tuh nilai kayak kurang dihargai ya. Soalnya yang dilihat literally hanya berdasarkan umur," ujar Satrio.

Lebih lanjut Satrio mengatakan adiknya telah gagal bersaing dengan siswa yang lebih tua, bukan kalah dengan siswa yang berprestasi. Dia pun heran dengan sistem PPDB tahun ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2