Survei SMRC: Mayoritas Warga Patuh Protokol Corona tapi Sulit Hindari Kerumunan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 18:01 WIB
Suasana GBK saat PSBB Transisi
Ilustrasi new normal (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) meneliti perilaku masyarakat selama pandemi virus Corona (COVID-19). Dari hasil survei diketahui mayoritas publik sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Corona.

Survei ini digelar pada 18-20 Juni 2020 dengan metode wawancara telepon. Ada 1.978 responden yang tersebar di seluruh Indonesia dalam survei ini. Margin of error survei ini 2,2 persen.

Dalam penelitian soal ketaatan warga dengan protokol kesehatan, SMRC menemukan sekitar 45 persen warga selalu mengenakan masker saat keluar dari rumah. Warga yang jarang memakai masker ada 8 persen, dan yang tidak pernah pakai masker hanya 1 persen.

Hal tersebut disampaikan Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando saat memaparkan hasil survei lewat webinar bertajuk 'Kondisi Ekonomi Masa Covid-19 dan Respons Kebijakan: Opini Publik Nasional', Kamis (25/6/2020). Ia juga mengungkapkan ada 42 persen warga yang menyatakan selalu mencuci tangan dengan dengan sabun dan air mengalir. Selebihnya 54 persen warga mengaku sering mencuci tangan di air mengalir, dan sisanya yang jarang 4 persen.

"Jaga jarak fisik agak menurun, agak ya angkanya. Kalau tadi 90-an persen (penggabungan) kalau sekarang 86 persen mengatakan 'ya kami jaga jarak'. Yang jarang jaga jarak yang bandel-bandel ini tinggal 12 persen," sebut Ade.

Rincian soal protokol jaga jarak atau social distancing ini adalah:

Selalu menjaga jarak: 35%
Sering menjaga jarak: 51%
Jarang menjaga jarak: 12%
Tidak pernah menjaga jarak: 2%
Tidak tahu/tidak jawab: 1%

Sementara itu, soal poin berada di kerumunan, SMRC menemukan warga masih kesulitan menghindarinya. Mayoritas warga, 74 persen, mengaku pernah setidaknya sekali dalam seminggu terakhir berada di kerumunan atau mengikuti kegiatan yang dihadiri lebih dari lima orang, yang tidak pernah hanya 19 persen.

"Kalau ini masih agak tinggi yang masih mengatakan ada di kerumunan atau mengikuti kegiatan. Barangkali tetap pakai masker. Yang paling rendah adalah menghindari kerumunan," tutur Ade.

Ade pun menyampaikan kesimpulan soal perilaku warga terhadap protokol COVID. Mayoritas sudah menaatinya.

"Mayoritas, 86-96 persen, warga sudah sering/selalu menerapkan aturan kesehatan seperti mengenakan masker ke luar rumah, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak dalam pergaulan sehari-hari. Namun masih ada juga warga yang jarang, bahkan tidak pernah menerapkan aturan tersebut, antara 4-14 persen," lanjut Ade.

(elz/imk)