Survei SMRC terkait Corona: Optimisme Publik Soal Kondisi Ekonomi Menguat

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 15:53 WIB
Pakar komunikasi UI Ade Armando
Foto: Ade Armando. (Ari Saputra/detikcom).
Jakarta -

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menggelar survei tentang keadaan ekonomi dalam masa pandemi virus Corona (COVID-19). Hasil survei terbaru menemukan adanya peningkatan optimisme publik akan kondisi ekonomi ke depan.

Survei ini digelar pada 18-20 Juni 2020 dengan metode wawancara telepon. Ada 1.978 responden yang tersebar di seluruh Indonesia dalam survei ini. Magin of error survei ini sebesar 2,2%.

Pada survei terbaru ini, SMRC menemukan 71% warga merasa kondisi ekonomi rumah tangganya sekarang lebih buruk dibandingkan sebelum adanya pandemi Corona. Kemudian 76% publik juga mengatakan pendapatan merosot.

Meski begitu, ada sekitar 46% warga menilai kondisi ekonomi rumah tangganya akan lebih baik setelah pandemi Corona berakhir. Sementara yang menilai menjadi lebih buruk atau tidak ada
perubahan 45%.

"Ada harapan bahwa nanti keadaan ekonomi akan membaik kalau wabah COVID berakhir," ujar Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando saat memaparkan hasil survei lewat webminar bertajuk 'Kondisi Ekonomi Masa Covid-19 dan Respons Kebijakan: Opini Publik Nasional', Kamis (25/6/2020).

Survei juga menemukan 85% publik merasa kondisi ekonomi nasional saat ini lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Hanya saja, publik saat ini merasa optimistis ekonomi nasional tahun depan akan lebih baik dibanding sekarang.

Ada 34% publik yang menilai ekonomi nasional tahun depan akan lebih baik dibanding sekarang. Hasil ini meningkat dibanding survei sebelumnya.

"Persentase penilaian negatif ini menunjukkan penurunan dibandingkan survei sebelumnya. Sentimen negatif paling tinggi terhadap ekonomi nasional mencapai 92% pada 12-16 Mei 2020. Namun setelah itu perlahan menurun menjadi 85% dalam survei terakhir 18-20 Juni 2020," terang Ade.

Ade juga menyebut persentase publik yang menganggap kondisi ekonomi rumah tangga mereka memburuk mengalami penurunan dibandingkan survei pada 20-22 Mei. Pada survei bulan Mei, penilaian negatif itu mencapai 83%.

Survei terbaru ini pun menunjukkan sebanyak 44% publik juga optimistis ekonomi rumah tangga mereka tahun depan akan lebih baik. Sementara
yang menilai akan lebih buruk atau jauh lebih buruk sekitar 23%, sementara yang mengatakan
tidak ada perubahan ada 18%.

"Dibanding temuan bulan lalu (4-5 Mei 2020) di mana yang merasa optimis dengan kondisi ekonomi nasional dan rumah tangga hanya 27-29%, optimisme warga sekarang dalam melihat kondisi ekonomi ke depan terlihat sedikit menguat," terang Ade.

Berdasarkan analisis demografi tentang pengaruh ekonomi karena wabah Corona, kelompok warga yang mendapat penghasil harian lebih banyak yang menilai kondisi ekonomi rumah tangga memburuk. Seperti sopir, ojek, dan pedagang warung atau pedagang kaki lima (PKL).

Tonton video 'Corona di RI Hari Ini: 37.294 ODP dan 13.323 PDP':

(elz/imk)