Kiat Hadapi Guncangan Ekonomi di Kala Pandemi COVID-19

Yudistira Imandiar - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 14:31 WIB
Transaksi perbankan tak hanya jadi kebutuhan warga di kota besar. Keberadaan agen BRILink di pulau terluar Indonesia turut sokong aktivitas ekonomi warga.
Ilustrasi pelaku ekonomi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memberikan dampak pelemahan ekonomi kepada masyarakat. Para karyawan menghadapi keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pengurangan upah, sementara pekerja informal merasakan penurunan pendapatan.

Untuk lolos dalam kondisi tersebut, masyarakat harus menyesuaikan pola hidup salah satunya dengan memulai usaha yang dapat dijalankan dalam situasi saat ini.

President of Asian Population Association (APA) Aris Ananta menjabarkan, fase new normal membuka peluang masyarakat untuk kembali produktif, tapi tetap melindungi diri dari paparan COVID-19. Era new normal, kata dia, memunculkan disrupsi dalam kehidupan, sehingga dibutuhkan inovasi dan penyesuaian.

Gelombang PHK dan pengurangan pemasukan mesti disikapi dengan bijaksana. Masyarakat, lanjut Aris, dapat memberdayakan teknologi untuk membuka peluang usaha yang mendatangkan uang. Ia menekankan, masyarakat tidak bisa mengharapkan kembali ke kondisi kenormalan sebelum pandemi, dan harus beradaptasi dengan keadaan yang baru.

"Kita harus berinovasi kita harus menciptakan pekerjaan baru dan perilaku yang memberikan keamanan dari COVID-19. Usaha yang bisa berjalan dalam kondisi new normal dan menghadirkan kenormalan baru akan mendatangkan keuntungan saat ini dan di masa depan. Bagi yang tidak dapat membuat dan mengikuti new normal akan kesulitan dalam hal ekonomi," ungkap Aris saat menjadi pembicara dalam Webinar Internasional BKKBN COVID-19: Public Health and Economic Perspective, Kamis (25/6/2020).

Ia menambahkan, keluarga juga perlu menyesuaikan pola hidup di masa pandemi. Pemasukan yang melorot mesti diimbangi dengan efisiensi pengeluaran.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia itu mengatakan, dalam situasi sulit masyarakat mesti pintar-pintar membelanjakan uang. Dana yang dimiliki hendaknya digunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar. Tahan dulu keinginan untuk memiliki barang-barang konsumsi sekunder dan tersier.

"Pilih makanan dan minuman yang murah sehat. Kurang konsumsi makanan manis dan asin. Kurangi merokok, makan daging, perbanyak konsumsi buah dan sayur. Minum air putih, dan kurangi konsumsi minuman kemasan yang manis. Hal itu membuat kita lebih sehat dan memiliki simpanan finansial untuk kondisi yang tidak pasti," saran Aris.

Selain itu, kata dia, jangan lupakan aspek kesehatan. Di masa pandemi, kesehatan harus menjadi prioritas. Badan yang sehat merupakan modal untuk mendapatkan penghasilan dan meminimalisir pengeluaran untuk berobat.

"Dengan badan yang sehat kita bisa menciptakan inovasi peluang ekonomi, jadi kita harus menerapkan gaya hidup yang baik untuk kesehatan dan lingkungan," kata Aris.

Tonton video 'Jokowi: Ekonomi dan Kesehatan Saat Covid-19, Rem-Gas Harus Seimbang':

(prf/ega)