KPK Periksa Eks Gubernur BI Terkait Kasus Korupsi e-KTP

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 12:07 WIB
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo usai diperiksa KPK (Foto: Ibnu/detikcom)
Foto: Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo usai diperiksa KPK (Foto: Ibnu/detikcom)
Jakarta -

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo diperiksa KPK terkait kasus korupsi proyek e-KTP. Agus diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Paulus Tannos dkk.

Agus terlihat di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2020) sekitar pukul 10.00 WIB. Agus tampak menenteng tas sambil berjalan menuju ruang pemeriksaan di lantai 2 Gedung KPK.

"Diperiksa terkait kasus e-KTP untuk tersangka PST (Paulus Tannos) dkk," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi.

Dalam pusaran kasus korupsi proyek e-KTP ini, KPK menetapkan empat tersangka baru. Keempat tersangka baru itu ialah Ketua Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Isnu Edhi Wijaya, Maryam S Haryani, Paulus Tannos dan Husni Fahmi.

Miryam merupakan mantan anggota DPR, sedangkan Husni adalah Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan e-KTP. Adapun Tannos, KPK menyebut ia berperan sebagai Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, salah satu perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium PNRI, yang mengerjakan proyek e-KTP.

Dalam Akta Perjanjian Konsorsium disebutkan bahwa perusahaan itu bertanggung jawab atas pekerjaan pembuatan, personalisasi, dan distribusi blangko e-KTP.

"Sebagaimana telah muncul di fakta persidangan dan pertimbangan hakim dalam perkara dengan terdakwa Setya Novanto, PT Sandipala Arthaputra diduga diperkaya Rp 145,85 miliar terkait proyek e-KTP ini," ujar Saut Situmorang saat masih menjabat sebagai pimpinan KPK dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/8).

Pusaran kasus korupsi proyek e-KTP ini merupakan salah satu fokus KPK meski telah menjerat sejumlah tersangka. Sejumlah nama besar yang terjerat dalam perkara ini seperti mantan Ketua DPR Setya Novanto dan mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman.

(ibh/mae)