Bendera PDIP Dibakar, PKB: Bisa Tabayun Selain Langkah Hukum

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 11:11 WIB
Wasekjen PKB sekaligus wakil ketua Komisi IV DPR
Daniel Johan. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Bendera PDI Perjuangan (PDIP) dibakar dalam aksi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). PKB sebagai sesama koalisi meminta PDIP juga memikirkan untuk bertabayun kepada para pelaku, selain mengambil langkah hukum.

"Saya rasa itu keputusan internal partai masing-masing yang perlu kita hargai, tapi ada baiknya di samping langkah hukum, bisa dilakukan tabayun dan musyawarah, apalagi kedua pihak sama-sama mencintai Pancasila, dan siapa tahu memang ada pihak lain yang memanfaatkan situasi," ungkap Ketua DPP PKB Daniel Johan kepada wartawan, Kamis (25/6/2020).

PDIP sudah meminta para kadernya tidak terprovokasi oleh aksi pembakaran bendera partai itu. Daniel menyambut baik ajakan tersebut.

"Kita apresiasi karena DPP PDIP sudah meminta seluruh kader untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, saat ini kebersamaan dan saling bantu sangat dibutuhkan untuk atasi banyaknya masalah sosial akibat COVID," tutur Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Daniel menyebut saat ini kebersamaan dibutuhkan semua pihak. Mengingat dampak pandemi virus Corona (COVID-19) sudah cukup mengena di berbagai lapisan masyarakat.

"Masalah sosial yang begitu banyak akibat COVID membutuhkan kebersamaan dan saling bantu, kita berharap semangat semua pihak adalah memperkuat persatuan dan solidaritas tersebut," ujar Daniel.

Dia juga meminta pihak berwajib mengusut pelaku pembakaran bendera PDIP. Daniel menduga ada dalang di balik aksi tersebut.

"Kita serahkan hal ini kepada pihak berwenang untuk mengusutnya sehingga jelas siapa tahu memang ada pihak lain yang memanfaatkan situasi," ucapnya.

Peristiwa pembakaran bendera PDIP dilakukan sekelompok massa dalam aksi penolakan RUU HIP oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 di depan gedung DPR, Rabu (24/6). Juru Bicara PA 212, Haikal Hassan, mengaku sama sekali tak melihat aksi pembakaran bendera PDIP saat demo berlangsung di depan Gedung DPR itu. Pihaknya akan segera mengusut kasus itu.

"Lagi diusut juga. Takutnya ada penyusup yang suka adu domba," ujar Haikal ketika dikonfirmasi.

Haikal menyebut PA 212 sama sekali tidak ada agenda terkait pembakaran bendera PDIP. Ia menuturkan pihaknya telah mengondisikan massa untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat berdampak pada perpecahan bangsa.

"Bendera itu simbol. Ada imbauan sebelum turun aksi jangan melakukan hal-hal yang merusak persatuan," kata Haikal.

(elz/imk)