ADVERTISEMENT

Round-Up

Gaduh Pejabat Pemprov Ajak Bendahara Gerindra Baku Bunuh

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 07:43 WIB
Viral Kabiro Humas Protokoler Pemprov Sulteng mendatangi rumah Bendum Gerindra Sulteng disertai ancaman saling bunuh (Screenshot video viral)
Foto: Viral Kabiro Humas Protokoler Pemprov Sulteng mendatangi rumah Bendum Gerindra Sulteng disertai ancaman saling bunuh (Screenshot video viral)
Jakarta -

Video Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Sulawesi Tengah (Sulteng), Haris Kariming, yang mendatangi rumah Bendahara Partai Gerindra Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sulteng, Ivan Abdillah Sijaya, ramai beredar. Bahkan pejabat pemprov itu mengajak bendahara Gerindra baku bunuh. Bagaimana penjelasannya?

Video itu berdurasi 2 menit 45 detik itu. Peristiwa tersebut terjadi Jumat (19/6) sekitar pukul 11.00 Wita, terlihat Haris awalnya menekan bel rumah Ivan. Haris sempat memberi hormat kepada seorang perempuan yang membukakan pintu rumah.

Setelah itu Haris berbicara secara lantang. Dia mengaku sudah menerima pesan WhatsApp (WA) berupa ancaman pembunuhan. Dia lalu meminta Ivan keluar dari rumahnya. Dia bahkan sempat mengangkat bajunya setengah badan. Di situ Haris mengajak Ivan untuk saling bunuh.

"Pak Ivan sudah ancam saya, mau bunuh saya, Pak Ivan sudah WA saya,kasih keluar Ivan, kalau dia laki-laki kasih keluar baku bunuh (saling bunuh) kita sekarang, kasih tahu Ivan jangan ancam-ancam saya di WA. Saya sekarang datang ke mari. Jangan ancam mau tembak saya, saya sudah pake kebal dengan peluru," kata Haris dalam video tersebut.

Peristiwa ini pun berujung laporan kepolisian. Ivan melaporkan ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh Haris ke polisi, pada Minggu (19/6).

"Atas kasus tersebut, saya sudah melaporkan secara resmi di Polda Sulteng dengan surat tanda terima laporan polisi Nomor:STTLP/162/VI/2020/SPKT/Polda Sulteng," ungkap Ivan Abdillah Sijaya kepada detikcom pada Selasa (23/6/2020) malam.

Tonton video 'Pejabat Pemprov Sulteng Datangi Rumah Bendum Gerindra, Ajak Saling Bunuh':



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT